Slide 1 : Raja Ampat, Papua

Kepulauan Wayag, Raja Ampat. Destinasi impian para pecinta snorkling dan diving, semoga saya juga berkesempatan bisa kesini.

Slide 2 :

caption

Slide 3 :

caption

Slide 4 : Pantai Ancol, Jakarta

Sunset di Pantai Ancol, Pemilu 2014.

Slide 5 :

caption

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2019

Review Awam Debat Keempat Calon Presiden Indonesia

Debat ke 4 Calon Presiden Indonesia : Joko widodo vs Prabowo subianto

1. Pemaparan awal

Prabowo - tegas lugas seperti biasanya, dan terlihat jelas bahwa materi yang disampaikan sudah sering beliau bicarakan jadi mengalir dengan lancar setiap kata-katanya, waktu pas

Jokowi - ada beberapa waktu seperti mengingat materi yang akan disampaikan, waktu masih tersisa lumayan banyak
( ada hal yang menarik ketika Jokowi menggunakan kata "Dilan" dengan singakatan arti dari "Digital Melayani". sedikit banyak mengingatkan istilah istilah kata yang dia pakai pada saat IMF di Bali, kata-kata kekinian )

2. Ideologi - Pancasila tanpa indoktronisasi dalam masyarakat

Prabowo - lebih menggunakan kata edukasi dari pada doktrinisasi, menurutnya pancasila tetap harus menjadi bagian dari pendidikan / edukasi di sekolah, dan juga dicontohkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat bagaimana cari memilih orang tidak berdasarkan RAS, dan juga cara berpolitik sesuai pancasila

Jokowi -pendidikan pancasila harus dimulai dari TK, selain itu juga harus kekinian

Prabowo meminta tanggapan mengenai tuduhan tidak pancasilais dan mendukung khilafah
Jokowi menanggapi yakin Prabowo pancasilais dan nasionalis, dan berharap tidak saling meremehkan,

3. Mengenai Tema Keamanan

Dalam hal ini Prabowo lebih diunggulkan karena latar belakang beliau di militer Indonesia, Prabowo lebih cenderung realistis juga berdasarkan pengalamannya, Jokowi berbicara apa yang sudah dilakukannya, dan ada tidak ada penyangkalan terhadap pernyataan Prabowo mengenai titik strategis yang dikelola oleh swasta dan asing. Jokowi sendiri tidak merisaukan perihal pengelolaan tersebut baginya untuk pangkalan armada dan titik stategis laut yang lebih dipilih untuk dikelola sendiri oleh pemerintah.

Secara penyampaian Prabowo lebih detail karena berdasarkan pengalaman yang sudah dilewati, dan karena ini isu sensitif mengenai TNI maka beliau lebih berapi-api dan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.

Jokowi lebih santai meski sempat mengelap keringat beberapa kali, tetapi untuk pemaparan masalah dan materi lebih umum.

Ada hal yang menarik kita Jokowi mengomentari pendapat Prabowo mengenai titik strategis, Jokowi mengulang kembali saham Freeport yang sudah dibeli 51% yang kemudian dipatahkan oleh Prabowo melalui Stock Exchange di NY mengenai kepemilikan dari perusahaan Amerika itu sebesar 81%, dan mempertanyakan saham 51% itu bagaimana.

4. Pernyataan Penutup

Jokowi - menekankan bahwa dia tetap menjaga hubungan sahabat dengan Prabowo
Prabowo - juga meyakinkan bahwa mereka memang bersahabat meski berbeda dalam pandangan kenegaraan.

Hal yang menarik adalah closing statement Jokowi kali ini lebih adem, tidak melemparakan sebuah kalimat mengambang yang biasanya menjad kontroversi.





 dibuat bersamaan dengan menonton debat tsb.
-raz



Minggu, 09 Oktober 2016

NINE


We are all travellers in the wilderness of this world, and the best we can find in our travels is an honest friend. Having known you for about 9 yrs ( like your friends keep telling us 😅 ) I've just realized, that we are somewhere in between, that I can relate to you. Thank you for the funs & talks. No matter where life takes us, let the stories be shared, as true friends will never part, and I wish you nothing but the joy of life.

Sabtu, 21 November 2015

Apakah Papua Barat Harus Merdeka?

Saat sedang online di Facebook saya sempat melihat ads ( iklan fb ) dan teman yang share berita yang menyatakan  AS siap untuk mendukung Papua Barat untuk merdeka sehubungan dengan di daftarkannya kemerdekaan Papua Barat di PBB. Pangkalan AS yang berada di Darwin - Australia yang paling dekat dengan Indonesia katanya memiliki pangkalan yang strategis dan akan bereaksi terhadap keputusan Internasional (bila) memutuskan Papua Barat medeka.
( AS Siap Mendukung Papua Barat Medeka )

Satu hal yang saya pikirkan tentang hal ini apakah dengan Papua Barat medeka nasib mereka pasti akan lebih baik?

Kita sudah punya contoh yang sangat real dan sudah terjadi pada tetangga kita Timor Timor / Timor Leste, apakah setelah kemerdekaannya nasib mereka menjadi lebih baik?! apakah hidup mereka menjadi lebih damai?

Saya belum pernah kesana dan saya juga tidak tahu jawabannya, tapi satu yang semua orang tahu sampai sekarang di Timor Leste saat ini keadaaan nya tidak jauh berbeda dengan saat mereka merdeka dulu, sudah berapa puluh tahun?
( AntaraNews : Timor Leste Mulai Sesali Perpisahan Dengan NKRI )

Jadi apakah dengan Papua Merdeka mereka pikir hidup mereka akan lebih baik baik, berkembang, maju dan damai? Padahal mereka sedang dipermaikan oleh politik internasional.

Sekali lagi, ini hanya selintas pikir saya saja menanggapi berita dan issue yang saya baca.
Banyak sekali hal yang terjadi di Indonesia, saya sempat ke Papua walau hanya untuk wisata ke Raja Ampat, sempat bercerita dengan masyarakat disana, yang mereka butuhkan sebenarnya sangat sederhana, jalan memadai, hidup layak, kota, masyarakat yang berkembang, yang intinya adalah  : Pembangunan !

Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan Papua / Irian Jaya semakin maju tanpa harus memisahkan diri dari NKRI.

Minggu, 25 Oktober 2015

Kenapa Kamu Harus Ke Raja Ampat?

Kenapa sih kamu harus banget ke Raja Ampat?



Untuk travellers, dan banyak orang-orang sekarang yang kekinian dengan liburan, setiap minggu setiap bulan holidays, dan untuk setiap pecinta jalan jalan pasti tahu Raja Ampat yang terkenal dengan Surga Bawah Laut nya Indonesia.

Ada 2 hal kenapa kamu pecinta alam harus banget ke Raja Ampat !

Pertama, Pasca Hari-H.
Untuk yang namanya pecinta alam sendiri sebelum ke Raja Ampat kamu sudah harus mempersiapkan mental, tekad, niat yang kuat.
1. Kenapa? Karena seperti yang kamu tahu, untuk pergi kesini tidak semua orang bisa tanpa niat yang kuat, untuk travellers yang ikut ikutan biasanya jarang yang sampai kesini, hanya niat, atau sekedar mau tanpa usaha !
Untuk datang ke Raja Ampat butuh banyak pengorbaan (saya dan teman teman alami sendiri )
2. Apa aja? Yang paling pertama dikorbankan adalah Uang (pastinya) karena setelah menentukan tanggal (hari H) dari beberapa bulan sebelumnya kami sudah mulai menabung, berhemat, semua hanya demi ke Raja Ampat.
Yang kedua Waktu ! pemilihan tanggal yang pas, hari libur dan cuti bisa approve. bahkan saya sendiri nekat tetap pergi meskipun cuti belum di approve hingga kena sp ! lol. (untuk ini saya punya alasan tersendiri, karena saya sudah ijin 4 bulan sebelumnya, tiket pesawat dan akomodasi untuk disana sudah dibayarkan semua, hanya karena ijin kantor cuti 5 hari saya tidak jadi ikut? Saya nekat. Sudah ijin 4 bulan sebelumnya lho!! (jadi curhat) hehe )
 3. Bagaimana? yang namanya sudah niat pasti ada jalan, seperti pepatah bijak "where there is a will, there is a way" disini lah niat, tekad dan kesabaran dibuktikan, mencari tiket promo, teman seperjalanan, perlengkapan snorkling, ittinerary, divemaster di Raja Ampat, dll.

Alasan kedua kamu harus ke Raja Ampat adalah karena : Keindahan Alam nya !
Siap untuk panas panasan dipantai, siap untuk menikmati laut, siap untuk enjoy dan siap untuk cape. !
Tapi percayalah, kamu gak akan berasa cape selama berada di Raja Ampat, Everthing is Awesome !
Pemandangan alam, masyarakat, cuaca, bawah laut, pantainya, semuanya luar biasa. dan pantas disebut surga. Dan ini lah alasan kenapa banyak orang yang menjadikan Raja Ampat menjadi salah satu destinasi impian. Saya pun menyesal disana hanya sempat diving sekali di Friwen.

Percayalah kamu gak keren kalau bisa liburan tiap bulan ke luar negeri tapi belum pernah sekalipun ke Raja Ampat di Indonesia !












See you on next trip !

Penipuan Voucher Hotel ( PT. Evrindo Dhia Prima )

Welcome back,
Sudah lama banget saya gak menulis di blog ini. Blog ini seharusnya berisi rangkuman perjalaan saya (travelling) dan fotografi, tapi sekarang saya mau curhat sedikit disini, yang mungkin bisa bermanfaat juga buat yang baca.


Pengalaman pertama mempunyai kartu kredit.

Sebenarnya saya juga gak terlalu tertarik punya kartu kredit, apalgi banyak yang bilang itu kartu hutang, kartu setan, dll. Tetapi setelah melihat ada teman yang bisa menggunakan kartu kredit dengan baik, memudahkan untuk membeli barang dengan cicilan, transaksi, pinjaman dll saya jadi tertarik untuk punya, satu saja sudah cukup untuk sekedar ingin tahu.

Mulailah saya apply kartu kredit sana-sini tetapi tidak ada yang lolos, setelah sekian lama menunggu verifikasi akhirnya ada 1 kartu yang lolos, yaitu kartu Bank M*ega.

Dan perkara / masalah pertama muncul.
Dalam 1-2 minggu pertama saya belum melakukan transaksi apa apa melalui kartu kredit, sampai ada tlp yang menawarkan voucher hotel. Saya suka travelling dan voucher hotel dengan benefit plus plus membuat saya tertarik.

Saya di tlp oleh PT. Evrindo Dhia Prima yang menawarkan voucher hotel, mereka bilang sudah bekerja sama dengan Bank M*ga sehingga dapat data saya dan merekomendasikan untuk program spesialvoucher hotel ini, dengan 1 kali bayar Rp. 3.9 juta sudah mendapatkan 2 voucher free night dan 3 voucher discount hotel up to 50%.

Yang dengernya pasti tertarik donk, apalagi yang suka liburan dan keluar kota. Info dari mereka kita cukup bayar di awal senilai Rp.3.9 juta sudah mendapatkan total 5 voucher hotel selama 10 tahun.

Dalam tlp mereka memaksa karena ini program spesial harus diaktifkan saat itu juga, dan kurir mereka sudah mengantarkan ke kantor.
Saya pun akhirya tertarik, walaupun ada sedikit rasa curiga koq maksa harus hari itu juga, saya belum sempat pelajari penawarannya dan juga kerjaan lagi sibuk banget.

Alhasil mikir-mikir, kurirnya sudah tiba di kantor, ketemu dan gesek kartunya, saya diberikan buku dan voucher hotelnya, setelah saya lihat lihat buku dan voucher nya agak kurang menyakinkan ya, akhirnya saya menelpon kembali ke perusahaan tersebut untuk di cancel, tetapi ternyata tidak bisa, karena sudah di debit dari kartu kredit, kalaupun mau di cancel buku dan voucher nya tetap untuk kita, hanya saja untuk tahun-tahun berikutnya tidak akan dikirimkan lagi. Baiklah saya pikir saya coba saja, toh sudah bayar kan sayang tidak dipakai.

Berselang sekitar 3 bulan saya mau pakai voucher tersebut, tlp ke kantor nya katanya akan di cek di resepsionis hotel untuk kesediaan kamarnya, dan akan dihubungin dalam 2-3 hari kemudian. Saya tunggu sampai 1 bulan pun mereka tak pernah menghubungi mengenai reservasi saya..
Saya mencoba booking lagi untuk kedua kalinya, kali ini semua nomor tlp yang ada di buku voucher tidak bisa dihubungi ! Dan semakin jelas saya menjadi korban penipuan perusahaan perusahaan yang mengatasnamakan travel agent dan voucher voucher ini.

Tagihan kartu kredit saya pun masih harus dibayar senilai Rp.3.9 juta yang nominalnya lumayan besar untuk kena penipuan, saya mau datang ke kantornya pun tidak tahu lokasi di buku asli atau palsu. :(
Ya saya hanya berdoa supaya penipunya mendapatkan balasan yang setimpal, dan yang lebih parah berkali kali lipat selain menipu juga membuat orang kesusahan. :(

Untuk teman teman yang lain harap berhati hati bila ada tlp yang menawarkan voucher dll dengan memaksa untuk deal hari itu juga tanpa kita bisa pelajari penawarannya terlebih dahulu, 90% itu penipuan. Termasuk teman teman yang sudah punya kartu kredit akan di tlp oleh banyak Telemarketing untuk program asuransi dll, yang info dan penjelasannya tidak lengkap,hanya agar kita deal dan mereka akan auto-debit dari kartu kredit kita.

1 hal yang mau saya sampaikan, Jangan Percaya Telemarketing !
Kamu bisa minta mereka kirimkan email penawarannya / ajak bertemu langsung, kalau tidak bisa lebih baik ditolak sama sekali !!!

Jangan kecewa karena melewatkan penawaran menarik yang mereka berikan, tetapi bersyukurlah karena anda lolos dari jebakan telepon yang mengharuskan anda mengeluarkan uang untuk hal hal yang tidak anda butuhkan.

Dan ternyata saya bukan korban pertama untuk modus seperti ini, kamu bisa cek di http://rumahpengaduan.com beberapa pengaduan dari masyarakat

Dan untuk kartu kredit dari Bank yang sama, Bank M*ga juga beberapa nasabahnya mengalami hal yang serupa : http://rumahpengaduan.com/2015/02/16/kartu-kredit-bank-mega-terdebet-tidak-jelas/

Semoga dari pihak Bank M*ga bisa menjaga kerahasian data pribadi pemegang kartu sehingga hal ini tidak terjadi lagi.

Jumat, 20 Maret 2015

Bergeraklah Mahasiswa, Tunjukan Kepedulianmu Terhadap Negara Tercinta Ini



Akhirnya mahasiswa jaket kuning mulai bergerak, mahasiwa dari kota-kota lain di Indonesia-pun mulai bergerak, ayo bergeraklah semua mahasiswa di Indonesia, semua BEM, semua elemen masyakat, bersatulah karena hanya pada kalianlah agen agen perubahan negeri ini yang bisa merubah rezim pemerintahan saat ini, sebuah rezim yang berdasarkan pada pencitraan, kepentingan politik dan kebohongan kebohongan publik dengan semua mentri dalam kabinet, pemimpin yang justru perlu di revolusi mental terlebih dahulu dalam hal sopan santun, pemikiran dan kebijakan kebijakan yang mereka keluarkan.

Sebagai mahasiswa sudah seharusnya selalu berfikir kritis, apalagi saat sekarang dimana keputusan hukum di putar balikan, yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah, kebijakan yang katanya pro rakyat ternyata justru lebih menyengsarakan rakyat

Sebagai mahasiswa sudah sepatutnya tahu keadaan negeri ini, keadaan dimana carut-marut keadaan semakin tidak terkendali.
Sebagai mahasiswa tentu mengikuti berita yang terjadi belakangan ini,
Penyimpangan hukum yang terjadi antara KPK dan Polisi,
Kasus Begal yang muncul akhir akhir ini?
Hukuman kepada para kakek-nenek yang dianggap mencuri di lahan orang,
Pencitraan menghancurkan perahu nelayan kecil? Padahal banyak cukong kayu dan ikan dengan kapal besar
Pemberian traktor sawah tetapi ditarik kembali?
Kebijakan menaikan BBM disaat harga minyak dunia turun?
Melepaskan harga BBM ke pasar bebas dengan setiap bulannya kita tidak tahu harga BBM akan naik atau turun
Menaikan TDL, Air Bersih, Gas untuk keperluan rumah tangga?
Membuat pajak untuk semua benda dan hal yang bisa di pajak-in?

Inikah kebijakan yang Pro Rakyat?
Kepada para pemilih pemimpin, bisakah kamu mempertanggung jawab kan pilihan mu?
Apakah sudah sadar siapa dan apa yang kamu pilih?

Siapa yang harus di revolusi mental?
Pemimpin Korup dan haus akan kekuasaan?
Para Mentri dan Pejabat Negara yang kurang sopan santun?
Kabinet dengan orang orang yang tidak ahli dalam bidangnya?
Siapa yang harus dibenahi isi kepala dan mentalnya sedangkan para pemimpin hanya bisa saling menyalahkan dan mencari kambing hitam?
Kalau semua pemimpin negara hobinya marah marah di depan rakyat pada siapa kami mengadu mempercayakan aspirasi kami?


Sebagai seorang muslim tentu tahu batasan kebijakan kebijakan yang menyudutkan, kebijakan yang mengandung SARA dan memojokan agama tertentu

Sebagai seorang muslim sudah menjadi hal wajib memilih pemimpin yang amanah, bukan pemimpin pemimpin munafik yang berkata A dan bertindak B.
Bukan yang membuat kebijakan bahwa agama tidak penting dalam identitas KTP
Bukan yang mencekal warganya sendiri seperti Amerika yang setiap warga negaranya memiliki nama Islami, sedangkan mayoritas adalah warga muslim.
Bukan yang melarang Bahasa Arab di Indonesia di gunakan untuk Bank Syariah, sedangkan mayoritas adalah warga muslim
Bukan yang mencurigai kegiatan kampus dan masjid demi memata-matai kegiatan yang dianggap ISIS

Untuk kalian yang sebelumnya sudah memilih apakah masih meng-ingkari hal hal yang terjadi di atas?
Masih membela bahwa dialah kebenaran itu sedangkan yang lainnya salah?

Untuk kalian yang memilih, kalian juga bertanggung jawab untuk mengawal pemerintahan ini menjadi lebih baik dan bertanggung jawab !




Selasa, 24 Februari 2015

Waktunya Lapor SPT Pajak Tahunan ( Sadar Pajak )


efilling pajak
Sudah memasuki akhir bulan Februari yang adalah bulan kedua di tahun 2015 ini, batas pelaporan pajak tahunan adalah sampai tanggal 31 Maret 2015. Jadi buat teman-teman sekalian yang belum lapor sebaiknya segera lapor ke KPP Pratama di daerah anda, karena bila telat melaporkan pajak, anda akan kena denda Rp. 100,000 lumayan kan denda nya hanya karena telat sehari saja.

Bicara soal pajak seketika saya berfikir, semua yang ada di negara kita tercinta ini dikenakan pajak lho,
Kalau kamu bekerja kamu akan dikenakan pajak penghasilan
Kamu mau beli barang di mall atau toko-toko juga sudah dikenakan pajak
Mau traktir gebetan di restaurant ya sudah pasti kena pajak restaurant 10% + service charge 12%
Mau liburan pakai pesawat juga akan kena airport tax
Liburan ke luar kota terus nginep di hotel pasti ada pajaknya, pajak hotel 10% + service charge 12%
Jangan lupa bila kamu punya kendaraan atau property kamu juga harus bayar pajak setiap tahunnya

Jadi, setelah kita mendapatkan penghasilan yang dipotong pajak, semua kegiatan dan pengeluaran kita juga tetap akan kena pajak, entah kenapa saya menganggap ini tidak adil, karena seperti pajak restaurant, hotel, barang barang dll itu seharusnya lebih dibebankan ke perusahaan bukan di charge personal ke kita.

Barang barang yang datang ke Indonesia pun sebenarnya sudah dikenakan bea cukai / pajak, kemudian kita membeli barang tersebut di dalam mall dan kemudian dikenakan pajak kembali.

Lalu seberapa besar pajak yang diterima oleh pemerintah dari hasil "menodong" rakyat nya

Baiklah saya akan memberikan contoh ilustrasi dari beberapa data yang saya ambil dari google.com, sekali lagi ini hanya ilustrasi

google.com
bps.go.id

Jumlah penduduk di Indonesia data tahun 2013 adalah 249,9 juta jiwa.
Jumlah penduduk miskin di Indonesia 10,630,000.
Sample penghasilan saya ambil dari kota Jakarta UMR : Rp. 2.700.000.


Saya akan menggunakan ketiga data diatas untuk membuat ilustrasi pajak bulanan yang akan diterima pemerintah :

Pajak Penghasilan Rp. 2.700.000 x 5% = Rp. 135.000
Makan di restaurant satu kali Rp. Rp. 150.000 x 12%  x 10 % = Rp. 33.000
Menginap di hotel low budget Rp. 450.000 x 12% x 10% = Rp. 99.000
Membeli tas / sepatu / barang lainnya Rp. 250.000 x 10% = Rp. 25.000

Total tagihan pajak Rp. 135.000 + 33.000(2x) + 99.000 + 25.000 = Rp. 325.000

Jumlah penduduk indonesia - jumlah penduduk miskin - asumsi yang tidak bayar pajak / penghasilan tidak kena pajak
249,900,000 - 10,630,000 = 239,270,000 jiwa - 20% = 191,416,000 jiwa.

Estimasi penerimaan pajak dalam satu bulan 191,416,000 jiwa x Rp. 325.000 = Rp. 62.210.200.000.000 /
62 triliyun 210 milyar 200 juta rupiah.
Estimasi penerimaan minimal dalam satu tahun 62.210.200.000.000 x 12 = Rp. 746.522.400.000.000 /
746 triliyun 522 milyar 400 juta rupiah.

Sekali lagi ilustrasi diatas adalah ilustrasi minimal penerimaan negara hanya dari pajak, kenapa saya bilang minimal?
Karena dari estimasi potongan pajak penghasilan saja sudah besar, potongan pajak penghasilan sebesar 5%-20% tergantung besarnya penghasilan, dan juga banyak orang kaya di Indonesia yang berpenghasilan besar dan juga mempunyai pengeluaran besar untuk makan dan belanja yang setiap aktifitas tersebut akan dikenakan pajak, jadi menurut saya ini hanya ilustrasi minimal.

Saya pernah share ini di kaskus.co.id ada beberapa respon dari kaskuser pendapatan negara sebanyak itu juga masih kurang buat operasional negara dan bayar hutang, dan juga dari pajak kita membayar gaji-gaji pegawai negeri lainnya.
Komentar saya untuk pertanyaan ini adalah, pendapatan negara bukan hanya dari pajak, ada devisa, obligasi, eskpor dll. Tentu saja sebagai elit manajemen di Indonesia seharusnya pemerintah bisa mensiasati kekurangan income dan juga tentu saja harus mengawasi penyaluran dan penggunaanya.
Saya setuju bila semakin kaya dan semakin banyak penghasilannya akan kena pajak lebih banyak, tapi saya sebagai golongan masyarakat menengah agak keberatan karena setiap kegiatan seperti makan di restaurant, hotel, kendaraan, dll harus membayar pajak yang cukup mahal dengan penghasilan terbatas sedangkan hasil yang kita dapatkan dari pajak belum terasa maksimal, kenapa?

Berapa banyak jalan-jalan yang rusak di kota besar? Jalan yang belum di aspal di kota kota kecil?
Listrik dan air bersih tidak merata? Bahkan tidak maksimal
Fasilitas umum apakah sudah layak?
Sekolah-sekolah rusak? Dimana yang janjinya pendidikan gratis? Pendidikan gratis dibiayai oleh pajak kita !
Keamaan masyarakat saat banyak terjadi penculikan, pencurian, pembegalan? Bukankah Polisi dan aparat negara dibiayai oleh pajak kita?!

Kalau saja semua hal diatas bisa dipenuhi dengan baik tentu saja masyarakat kita tidak akan protes.
Korupsi? Mark up anggaran dan buang buang anggaran? Berapa banyak anggaran negara yang dipakai hanya untuk maintance para pejabat kita? Mobil dinas rumah dinas bahkan BUMN sekalipun, apakah mereka sudah bekerja untuk kepentigan kita yang membayar pajak demi agar untuk mereka bisa hidup, negara bisa berkembang?

Semoga kita semua bisa semakin aware, melek akan pajak, penggunaanya, penyalurannya. Bukan hanya pajak tetapi juga instansi lainnya yang seharusnya membuat hidup kita, hitup masyarakat umum menjadi lebih baik, mereka bekerja untuk kita, untuk penduduk Indonesia bukan kebalikannya, bukan seharusnya kita yang berkerja keras dan mereka enak menikmati.

Semoga kita bisa lebih sadar, lebih kritis.
Kewajiban dan Hak harus seimbang.

Jumat, 03 Oktober 2014

One Day at Jogja (2)

Kami bekerjaran dengan waktu untu ke tempat wisata berikutnya, Pantai Indrayanti, sehingga kurang menikmati saat saat di Candi Borobudur, karena hanya perjalan satu hari kami pun harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Pulang dari Candi Borobudur menuju Jogja pun masih mengandalkan aplikasi waze, tetapi dalam perjalan pulang aplikasi ini sedikit error, entah aplikasinya / yang baca aplikasinya, akhirnya kami muter muter di jalan yang sama hilang arah..ckck menyebalkan, disaat harus terburu buru malah nyasar / salah jalan karena aplikasinya error. Akhirnya kami menggunakan cara lama yaitu bertanya dengan orang di pinggir jalan. hehehe. Cara ini emank paling jitu, langsung dapet arah dan kebut aja sampe kota..hahaha

Kembali ke hotel karena batrei kamera ketinggalan, ngaso sebentar dan lanjut jalan lagi, langsung cabut ke Pantai Indrayanti, semoga masih sempat sampai sana sore dan dapet suasana sunsetnya.
Perjalan ke Pantai ini sungguh luar biasa, selain pemandangannya bagus jalannya ternyata harus turun naik berasa mau ke puncak, tanpa terasa sudah 1 jam perjalanan. menurut waze dari titik tempat kami menginap ke pantai tsb butuh waktu 2 jam, dan sekarang sudah 1 jam perjalanan, jam di tangan sudah menunjukan pukul 5 sore. Damn! masih 1 jam perjalan lagi ke pantai yang artinya kita sampai disana magrib, malam? mau ngapain ke pantai malam malam? Sial ternyata memang waktunya terlalu sempit. Akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke kota dan lanjut ke tujuan berikutnya, Raminten.

The House of Raminten, hanya ada satu di peta yang menunjukan rumah makan Raminten ini (saya baru tahu dari teman katanya rumah makan ini ada 2, yang satu pusatnya dan yang satu lagi cabangnya).
Orang bilang kalau ke Jogja gag datang ke Raminten kurang afdol, yang akhirnya kita sampai di depan rumah makan ini. Sebagai info, katanya rumah makan ini terkenal dengan Banci banci nya yang menyajikan makanan dan yang punya ini juga 1 kalangan dengan mereka, itulah yang menjadi keunikan di rumah makan ini.
Ternyata untuk bisa makan disini penuh dengan perjuangan juga ya, banyak orang yang duduk sambil nonton tv karena baru masuk dalam waiting list. WOW. buat dapet tempat aja harus nunggu antrian dulu ya. Beruntung kami bisa langsung dapat tempat duduk karena hanya berdua. dapat tempat di bagian atas dengan tempat duduk rotan yang bisa nyeder, pewe deh.
Nama makanan dan masakannya aneh aneh, kita pun coba pesan makanan, Daging Kerbau dan Lontong tahu. tik tok tik tok.. udah setengah jam lebih berlalu tapi makanan belum datang juga, LAMA !! saya aja sampe ketiduran nunggu makanannya datang.
Makanannya datang juga, well rasanya lumayan enak sih, minumannya juga enak. walaupun begitu saya gag tertarik buat datang kembali kesini .hehe. makasih!

Selesai dari makan kami menuju ke Alun Alun Kidul, saya penasaran dengan tantangan bahwa bila bisa melewati kedua pohon beringin raksasa ini makan keinginannya akan terkabul. Percaya gag percaya saya hanya ingin mencoba bisa berhasil atau tidak, karena tidak punya sarana buat menutup mata, akhirnya saya hanya memejamkan mata saja untuk melewati kedua pohon beringin itu. saat menutup mata dan mulai melangkah tiba tiba serasa ada nuansa mistis, dan langkah menjadi berat atau mungkin itu hanya perasaan saya saja? saya pun terus melangkahkan kaki, terus sampai saya membuka mata berada di tepat sebelah pagar pohon beringin yang sebelah kiri. Aneh. padahal perasaan saya terus berjalan lurus kedepan, ternyata malah belok tanpa saya sadari..hmmm

Malioboro menjadi tujuan terakhir malam ini dan menjadi tujuan akhir perjalanan kami, disini kami hadir hanya untuk belanja. hahaha. Malioboro dikala malam menurut saya biasa saja, toko toko yang jualan, pedagang, warung makan lesehan dan jajanan lainnya. entah apa yang membuatnya begitu spesial? ada yang bisa info ke saya? atau memang hanya spesial saat ada moment atau event tertentu saja? ciri khas yang jualan dan toko toko disini adalah BATIK! dan ciri khas warung makan disini adalah LESEHAN.

Perjalanan pun berakhir, dan kembali ke penginapan untuk istirahat, nyemil, mandi dan beres beres untuk kembali ke Jakarta dengan kereta pagi.
Satu hal yang ingin saya sampaikan ke Jogja, seperti yang sering di katakan Arnold dalam film Terminator. I'll Be Back !
Ya! saya akan kembali lagi ke Jogja, karena banyak destinasi wisata alam, sejarah dan pemandangan lainnya belum saya nikmati karena waktu yang terbatas.

Loveable and peaceful at Jogja. :)




Rabu, 01 Oktober 2014

One Day at Jogja

One Day in Jogja,

Akhirnya setelah menjadi wacana beberapa bulan kami memulai liburan kami bersama.
Setelah sempat binggung memilih antar Jogja atau Bandung, akhirnya kami memutuskan pergi ke Jogja. Persiapan pun dimulai. kami cek-cek harga tiket online jam dan harga yang sesuai dan akhirnya kami beli tiket kereta api bogomonto dari stasiun pasar senen - stasiun tugu Jogja. Kami dapat tiket Rp. 625,000 pp untuk dua orang, beli online di Tiket.com tiket.com, selanjutnya akomodasi yang akan kami pakai, saya pun mencari sewa motor di Jogja via internet, ternyata banyak yang menyewakan motor per-hari di Jogja, salah satunya Mandiri Motor tempat saya menyewa motor.

Akomodasi dan tiket sudah ready, selanjutnya destinasi wisata yang akan kami tuju.ini adalah hal yang paling sulit karena hanya punya waktu sehari semalam untuk explorasi wisata yang ada disana, jelas tidak memungkinkan. Kami coba filter beberapa lokasi yang wajib di kunjungi akhirnya memutuskan untuk ke Candi Borobudur / Prambanan dan Pantai Indrayanti sebagai tujuan utama di siang hari dan di malam hari akan pergi ke Alun-alun, Malioboro, dan Raminten.

Hari H.
Berangkat dengan kereta ekonomi Bogomonto sekitar jam 10 malam, pertama cukup excited karena ini pertama kali nya saya naik kereta ke jawa. hahaha *norak. namun ternyata naik kereta ekonomi ke jawa dengan 8 jam perjalanan susah juga ya, karena kita naik kereta malam, posisi kaki dan badan kurang nyaman untuk tidur, meski keretanya ada ac, tetapi terasa kurang dingin, banyak juga orang yang susah tidur dengan posisi duduk akhirnya tidur di jalan jalan gerbong, saya yang melihat itu akhirnya tergiur untuk mencoba nya karena sepertinya lebih nyaman bisa selonjoran dan lebih bebas dari pada hanya diam di kursi yang kurang nyaman. mencoba  tidur di jalanan gerbong, enak sih bisa meluruskan kaki, tapi bunyi mesinnya terlalu berasa, lantainya dingin seperti ubin tapi hawanya panas, nah aneh kan?. Sempat tidur beberapa saat di lantai dan akhirnya kembali ke tempat duduk ketika sudah mulai dekat dengan tujuan kami.
Booking hotel tidak saya lakukan sebelumnya karena saya akan cari tahu lokasi lokasi hotel yang strategis menurut saya disana, dan ternyata saat kami keluar stasiun sudah di sajikan deretan hotel hotel yang menarik. lokasinya benar benar strategis di pintu keluar stasiun pasar kembang, tepat di depan stasiunnya. Kami memutuskan untuk menginap disalah satu hotel tsb dengan pertimbangan kami tidak perlu transportasi lagi ke stasiun karena hanya tinggal nyebrang, dan juga karena kami besok akan kembali dengan kereta pagi, jadi menurut saya hotel di sekitar stasiun adalah pilihan yang tepat. Cek rate hotel yang ada disekitar stasiun, teknologi internet sungguh membantu untuk cek harga hotel yang ada di sekitar stasiun, jadi kami tidak perlu masuk satu persatu / telp hotel tsb untuk tanya rate kamar yang sesuai dengan budget kami.

Hotel Nusantara di Pasar Kembang (Sarkem) adalah pilihan tempat kami menginap, saya ambil superior room dengan fasilitas, satu ranjang besar, tv, ac, hot & cold water dan sarapan dengan harga Rp. 290,000. cukup murah kan? Hotel dan kamarnya bersih dan rapih, standar dan cukup lumayan untuk hotel murah yang hanya digunakan untuk bermalam.

Motor sewaan kami datang, saya pesan motor honda beat, syarat yang harus kami penuhi adalah 3 identitas diri, saya titipkan KTP, NPWP dan kartu Jamsostek. biaya sewa motor per-hari nya (24 jam) Rp. 70,000. Not bad untuk harga sewa dan motornya, meskipun motornya agak kusam (mungkin jarang dicuci)// kami pun siap siap untuk jalan, menggunakan waze sebagai peta kami disini, sesaat kami akan menuju ke prambanan tapi diperjalanan baru sadar tangki motor ini kosong. Sialan! jarum bensinnya benar benar ada di garis merah, sempat kesal karena kita sewa motor dan tidak dikasih bensin walau hanya 1 garis? ya kami pun tanya orang sekitar untuk cari pom bensin terdekat.
Karena sepertinya pom bensin disini jarang dan menurut orang orang jauh (ada di kota) kami pun dapat rekomendasi beli bensin eceran dengan harga Rp. 7000 per liter, gila !! murah banget buat bensin eceran, di Jakarta aja bensin eceran paling murah Rp 8000 !!

Tujuan wisata berubah, menurut waze, kalau kami ke Borobudur akan menempuh 2 jam perjalanan dan sekitar 68 km pp .Tujuan sudah ditetapkan kami menyusuri jalan mengandalkan aplikasi gps waze. Aplikasi yang sangat membantu hingga kita akhirnya bisa tiba di candi Borobudur dengan selamat sentosa. Alhamdulillah (berasa jauhnya)

Borobodur merupakan salah satu candi terbesar di Indonesia, mungkin Dunia, yang menjadi world heritage, tidak salah kami kesini untuk melihat candi yang banyak di datangi turis asing dan lokal ini.
Parkir motor Rp. 3000 di sekitar candi, dan tiket masuk ke candi Rp 30.000 / weekend.
Sebelum memasukin candi kita akan disuguhkan para pedangan yang menjual souvenir dan kerajinan tangan, adapula yang menawarkan payung cuma Rp. 5000 dan topi topi kalau panas sekitar Rp30,000-an.

Wow, tanpa terasa 2 jam sudah di Candi Borobudur, melihat pemandangan dan foto-foto narsis. hehe.
Menuju pintu keluar candi kita kembali di arahkan ke pasar tradisional yang menjual kerajinan tangan, souvenir dan batik untuk dibeli, saat ditawarkan barang saran dari saya ciba tawar setengahnya karena sebenarnya harga nya murah murah loh!
Akhirnya kami menemukan tempat makan, panas terik dan cape jalan jalan keliling candi bikin laper dan haus parah. Makanan disini saya pikir akan mahal dengan harga makanan sekitar di atas 20ribu-an tetapi ternyata disini harganya masih termasuk murah / harga standar. Jarang banget tempat wisata mematok harga standar untuk tempat makan. cukup puas dan tidak salah pilih tempat makan nih, selain harganya oke, masakannya juga enak enak :)

to be continue//
>> Perjalan ke Pantai Indrayanti
>> Alun alun Kidul
>> The House of Raminten
>> Malioboro

Senin, 17 Februari 2014

Photoshoot : Pulau Semak Daun

Pulau Nusa
Pulau Aer
Berdiri diatas terumbu karang

Open Trip Pulau Semak Daun


Hallo semua, sudah lama saya tidak menulis lagi di blog selain karena kesibukan kadang malas juga kalau moementnya gag pas. hehe.

Kali ini saya mau menceritakan Trip saya ke Pulau Semak Daun - salah satu pulau di kepualauan seribu.
Sebelumnya temen saya, Ferdi, dari Palembang ngajak pergi ke pulau seribu, karena trip ke pulau seribu biasanya hanya weekend (sabtu-minggu) bagi saya sih gag masalah hayuk aja. 2 orang yang sudah confirm ikut, dia bilang mau ngajak temannya yg lain di Palembang.dan dia juga yang mencari trip untuk kepulau seribu.

Akhirnya ditemukan trip ke pulau seribu tepatnya pulau Semak Daun, kita ikut open trip. biayanya seingat saya Rp 390,000 (tidak termasuk makan). tema trip ini backpacker dan kita buka tenda di Pulau Semak daun.
Pertama dapat konfrimasi itu kita sudah booked dan bayar DP, kami pikir untuk trip tsb termasuk mahal karena tidak dapat makan, sedangkan dibandingkan trip lain yg rata rata Rp. 350-450 ribu sudah termasuk makan. karena teman sudah beli tiket pp untuk Palembang - JKT dan juga kita sudah bayar dp yasudah kita tetap melanjutkan trip ini degan segala risikonya . hahaha.

H-1.
Teman saya dari Palembang datang dengan 2 temannya. malam itu kita beli snack dan makanan kecil untuk nanti saat kemah di pulau.
H.
Berangkat dari rumah jam 4.30 pagi karena meeting point di Muara Angke jam 6 pagi, lebih pagi datag lebih awal kan daripada telat dan gag kebagian tempat duduk yg pewe di kapal.
Pergi dari rumah kami sudah pesan taxi Blue Bird. waktu dari rumah saya di Utan Kayu ke Muara Angke sekitar 50 menit, tarif kurang lebih Rp 140,000

Hari Pertama, Sabtu 15 Feb 2014
Kapal berangkat sekitar jam 7 pagi, sampai pulau pramuka sekitar jam 11 siang, cuaca sedang tidak bersahabat sempat mendung dan hujan gerimis sehingga ombak nya lumayan besar.
Sesampainya dipulau pramuka kita istirahat sebentar di guess house dari agen perjalanannya, sholat Zuhur di mesjid yang lumayan besar disana dan makan siang dirumah makan padang . semuanya makan disini karena hanya ini yang menyajikan pilihan makan nasi, yang lainnya hanya ada bakso, mie dan cemilan cemilan saja.
Harga makanan disini gag jauh beda dengan di Jakarta, masih dalam batas kewajaran, karena takutnya karena ini di pulau harganya jadi beda 2x lipat, alhamdulillah ternyata masih sama. hehehe

Selesai istirahat dan beres beres kami langsung berangkat ke pulau Semak Daun menggunakan perahu boat kecil, sekitar 1 jam perjalanan dari Pulau Pramuka ke Pulau Semak Daun.
Sampai disana kami cukup excited karena pulaunya lumayan bagus dan unik, jadi ini adalah pulau kecil yang di bagian tengahnya seperti hutan kecil, nah dibagian ini kami mendirikan tenda, dari tempat kami berkemah kami tetap bisa melihat pantai dan laut.

Medirikan kemah, bawa cemilan dan peralatan snorkling pun sudah siap, selanjutnya kami hopping island untuk mencari spot spot snorkling.


Pengalaman pertama snorkling, meskipun ini bukan kali pertama coba alat snorkling tapi ini snorkling pertama di laut, ada rasa deg-deg-an dan penasaran, pertama masuk ke air langsung coba ngeliat kebawah, entah karena karet goggles nya kendor atau gag bisa nafas pake mulut, alhasil sepanjang pertama kali turun itu perjuangan banget buat nyelupin kepala ke dalam laut karena air nya masuk mulut / hidung melulu dan rasanya itu asin nya asin banget, kalah deh asinnya garam sekilo *lebay.

Kencengin karet goggles dan atur nafas, hu haa hu haa..
mulai beradaptasi dan mulai menikmati kegiatan snorkling ini, melihat dasar laut, ikan ikan dan terumbu karang. walau airnya kurang jernih dan jelas karena musim penghujan, dan ombak yg besar kadang buat kami susah ke dasar laut untuk melihat-lihat sekitar, tapi buat pengalaman pertama cukup ok dan memuaskan. sempat mencoba juga masuk sampai dasar laut, i'm so exicted.

Buat yang takut dan gag bisa berenang tenang aja koq, kan pakai pelampung, lagipula snorkling itu gampang asal kita bisa jaga nafas pakai mulut dan jaga nafas kita. hehe

Setelah snorkling di beberapa spot, kami melanjutkan perjalanan ke Nusa Resto, restaurant diatas laut, disini juga ada penangkaran hiu-hiu kecil.. sugoii !
Karena kami gag mungkin narsis sama hiu hiu disana, kami foto foto aja di penangkaran sekitar dan speedboat yang sedang parkir disana. hahaha

Sunset di kapal ketika melewati Pulau Aer, so beautiful. Sayangnya tidak sempat saya abadikan dalam foto. hiks.


Kegiatan snorkling berakhir dan kami pun kembali ke Pulau Semak Daun.
Untuk mandi disini dengan air bersih / air tawar kita harus membeli dulu,kecuali kalau kamu mau mandi pakai air laut, GRATIS. haha. Untungnya harga air tawar disini cukup murah hanya Rp. 5000,/ jerigen. cukuplah untuk satu kali mandi sama sikat gigi.

Selesai beberes dan bersih-bersih panitia dan peserta lain mulai membuat api unggun dan memasak. saya dan temen saya malah tidur ditenda, cape dan ngantuk jadi satu.

Dalam tenda 2x2 m di isi 4 orang, lumayanlah ya, bisa dibayangkan sendiri.
Dan dalam tidur, entah sadar atau tidak setelah seharian bermain di laut sama ombak, ombaknya masih terasa, badan sama kepala masih seperti terayun-ayun, udah kayak orang mabok, untungnya saya gag muntah muntah. hahaha

Tidur nyenyak dan cape nya sudah hilang.
Kondisi diluar gelap gulita, di pulau ini tidak ada listrik, kalau ingin charge hape sebaiknya bawa powerbank meskipun kamu bisa juga nitip charge hape di warung pemilik pulau tapi kalau tidak salah harus bayar deh. karena listrik mereka dihasilkan oleh Generator.

Menu malam hari ini ikan-ikan dan beberapa kerang yang kami dapat saat snorkling tadi, yang menjadi cemilan / makan malam utama kami adalah ikan tongkol. Jujur ini ikan tongkol terbesar yang pernah saya temui - karena ukurannya lebih besar dari yang biasanya ada di warteg. haha
Makan cuma satu bagian aja rasanya udah banyak banget, sampe males makan ikan lagi. hiks

Ngobrol, perkenalan satu sama lain, api unggun dan makan malam bersama sambil berkemah, nuansa yang tenang, nuansa yang ramai, nuansa malam keakraban, nuansa yang bisa bikin kangen kumpul kembali. sampai semuanya terlelap tidur.~

Hari Kedua, Minggu 16 Feb 2014
Bangun pagi di hari kedua, kegiatan kami hunting sunrise dan mengelilingi Pulau Semak Daun dan foto-foto, tetep aja dimanapun eksis foto terus. hahaha

Berkemas, sekitar jam 10 kami kembali ke Pulau Pramuka, sempat melihat penangkaran kura-kura yang ada dibelakang pulau. Pulau Pramuka adalah pulau penangkaran kura kura, ketika sudah besar akan dilepaskan kembali ke laut. so sweet ya. sayangnya orang yang jaga penangkarannya jutek banget. hahaha
Open trip Pulau Seribu kali ini pun berakhir, Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun, Pulau Nusa, Pulau Aer, masih ada sekitar 906 pulau lagi yang belum dikunjungi. Pulau Seribu. hahaha.



Sampai jumpa di cerita, foto dan trip berikutnya :)