Rabu, 01 Oktober 2014

One Day at Jogja

One Day in Jogja,

Akhirnya setelah menjadi wacana beberapa bulan kami memulai liburan kami bersama.
Setelah sempat binggung memilih antar Jogja atau Bandung, akhirnya kami memutuskan pergi ke Jogja. Persiapan pun dimulai. kami cek-cek harga tiket online jam dan harga yang sesuai dan akhirnya kami beli tiket kereta api bogomonto dari stasiun pasar senen - stasiun tugu Jogja. Kami dapat tiket Rp. 625,000 pp untuk dua orang, beli online di Tiket.com tiket.com, selanjutnya akomodasi yang akan kami pakai, saya pun mencari sewa motor di Jogja via internet, ternyata banyak yang menyewakan motor per-hari di Jogja, salah satunya Mandiri Motor tempat saya menyewa motor.

Akomodasi dan tiket sudah ready, selanjutnya destinasi wisata yang akan kami tuju.ini adalah hal yang paling sulit karena hanya punya waktu sehari semalam untuk explorasi wisata yang ada disana, jelas tidak memungkinkan. Kami coba filter beberapa lokasi yang wajib di kunjungi akhirnya memutuskan untuk ke Candi Borobudur / Prambanan dan Pantai Indrayanti sebagai tujuan utama di siang hari dan di malam hari akan pergi ke Alun-alun, Malioboro, dan Raminten.

Hari H.
Berangkat dengan kereta ekonomi Bogomonto sekitar jam 10 malam, pertama cukup excited karena ini pertama kali nya saya naik kereta ke jawa. hahaha *norak. namun ternyata naik kereta ekonomi ke jawa dengan 8 jam perjalanan susah juga ya, karena kita naik kereta malam, posisi kaki dan badan kurang nyaman untuk tidur, meski keretanya ada ac, tetapi terasa kurang dingin, banyak juga orang yang susah tidur dengan posisi duduk akhirnya tidur di jalan jalan gerbong, saya yang melihat itu akhirnya tergiur untuk mencoba nya karena sepertinya lebih nyaman bisa selonjoran dan lebih bebas dari pada hanya diam di kursi yang kurang nyaman. mencoba  tidur di jalanan gerbong, enak sih bisa meluruskan kaki, tapi bunyi mesinnya terlalu berasa, lantainya dingin seperti ubin tapi hawanya panas, nah aneh kan?. Sempat tidur beberapa saat di lantai dan akhirnya kembali ke tempat duduk ketika sudah mulai dekat dengan tujuan kami.

Booking hotel tidak saya lakukan sebelumnya karena saya akan cari tahu lokasi lokasi hotel yang strategis menurut saya disana, dan ternyata saat kami keluar stasiun sudah di sajikan deretan hotel hotel yang menarik. lokasinya benar benar strategis di pintu keluar stasiun pasar kembang, tepat di depan stasiunnya. Kami memutuskan untuk menginap disalah satu hotel tsb dengan pertimbangan kami tidak perlu transportasi lagi ke stasiun karena hanya tinggal nyebrang, dan juga karena kami besok akan kembali dengan kereta pagi, jadi menurut saya hotel di sekitar stasiun adalah pilihan yang tepat. Cek rate hotel yang ada disekitar stasiun, teknologi internet sungguh membantu untuk cek harga hotel yang ada di sekitar stasiun, jadi kami tidak perlu masuk satu persatu / telp hotel tsb untuk tanya rate kamar yang sesuai dengan budget kami.

Hotel Nusantara di Pasar Kembang (Sarkem) adalah pilihan tempat kami menginap, saya ambil superior room dengan fasilitas, satu ranjang besar, tv, ac, hot & cold water dan sarapan dengan harga Rp. 290,000. cukup murah kan? Hotel dan kamarnya bersih dan rapih, standar dan cukup lumayan untuk hotel murah yang hanya digunakan untuk bermalam.

Motor sewaan kami datang, saya pesan motor honda beat, syarat yang harus kami penuhi adalah 3 identitas diri, saya titipkan KTP, NPWP dan kartu Jamsostek. biaya sewa motor per-hari nya (24 jam) Rp. 70,000. Not bad untuk harga sewa dan motornya, meskipun motornya agak kusam (mungkin jarang dicuci)// kami pun siap siap untuk jalan, menggunakan waze sebagai peta kami disini, sesaat kami akan menuju ke prambanan tapi diperjalanan baru sadar tangki motor ini kosong. Sialan! jarum bensinnya benar benar ada di garis merah, sempat kesal karena kita sewa motor dan tidak dikasih bensin walau hanya 1 garis? ya kami pun tanya orang sekitar untuk cari pom bensin terdekat.
Karena sepertinya pom bensin disini jarang dan menurut orang orang jauh (ada di kota) kami pun dapat rekomendasi beli bensin eceran dengan harga Rp. 7000 per liter, gila !! murah banget buat bensin eceran, di Jakarta aja bensin eceran paling murah Rp 8000 !!

Tujuan wisata berubah, menurut waze, kalau kami ke Borobudur akan menempuh 2 jam perjalanan dan sekitar 68 km pp .Tujuan sudah ditetapkan kami menyusuri jalan mengandalkan aplikasi gps waze. Aplikasi yang sangat membantu hingga kita akhirnya bisa tiba di candi Borobudur dengan selamat sentosa. Alhamdulillah (berasa jauhnya)

Borobodur merupakan salah satu candi terbesar di Indonesia, mungkin Dunia, yang menjadi world heritage, tidak salah kami kesini untuk melihat candi yang banyak di datangi turis asing dan lokal ini.
Parkir motor Rp. 3000 di sekitar candi, dan tiket masuk ke candi Rp 30.000 / weekend.
Sebelum memasukin candi kita akan disuguhkan para pedangan yang menjual souvenir dan kerajinan tangan, adapula yang menawarkan payung cuma Rp. 5000 dan topi topi kalau panas sekitar Rp30,000-an.

Wow, tanpa terasa 2 jam sudah di Candi Borobudur, melihat pemandangan dan foto-foto narsis. hehe.
Menuju pintu keluar candi kita kembali di arahkan ke pasar tradisional yang menjual kerajinan tangan, souvenir dan batik untuk dibeli, saat ditawarkan barang saran dari saya ciba tawar setengahnya karena sebenarnya harga nya murah murah loh!
Akhirnya kami menemukan tempat makan, panas terik dan cape jalan jalan keliling candi bikin laper dan haus parah. Makanan disini saya pikir akan mahal dengan harga makanan sekitar di atas 20ribu-an tetapi ternyata disini harganya masih termasuk murah / harga standar. Jarang banget tempat wisata mematok harga standar untuk tempat makan. cukup puas dan tidak salah pilih tempat makan nih, selain harganya oke, masakannya juga enak enak :)

to be continue//
>> Perjalan ke Pantai Indrayanti
>> Alun alun Kidul
>> The House of Raminten
>> Malioboro

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar