Slide 1 : Raja Ampat, Papua

Kepulauan Wayag, Raja Ampat. Destinasi impian para pecinta snorkling dan diving, semoga saya juga berkesempatan bisa kesini.

Slide 2 :

caption

Slide 3 :

caption

Slide 4 : Pantai Ancol, Jakarta

Sunset di Pantai Ancol, Pemilu 2014.

Slide 5 :

caption

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2016

NINE


We are all travellers in the wilderness of this world, and the best we can find in our travels is an honest friend. Having known you for about 9 yrs ( like your friends keep telling us 😅 ) I've just realized, that we are somewhere in between, that I can relate to you. Thank you for the funs & talks. No matter where life takes us, let the stories be shared, as true friends will never part, and I wish you nothing but the joy of life.

Minggu, 25 Oktober 2015

Kenapa Kamu Harus Ke Raja Ampat?

Kenapa sih kamu harus banget ke Raja Ampat?



Untuk travellers, dan banyak orang-orang sekarang yang kekinian dengan liburan, setiap minggu setiap bulan holidays, dan untuk setiap pecinta jalan jalan pasti tahu Raja Ampat yang terkenal dengan Surga Bawah Laut nya Indonesia.

Ada 2 hal kenapa kamu pecinta alam harus banget ke Raja Ampat !

Pertama, Pasca Hari-H.
Untuk yang namanya pecinta alam sendiri sebelum ke Raja Ampat kamu sudah harus mempersiapkan mental, tekad, niat yang kuat.
1. Kenapa? Karena seperti yang kamu tahu, untuk pergi kesini tidak semua orang bisa tanpa niat yang kuat, untuk travellers yang ikut ikutan biasanya jarang yang sampai kesini, hanya niat, atau sekedar mau tanpa usaha !
Untuk datang ke Raja Ampat butuh banyak pengorbaan (saya dan teman teman alami sendiri )
2. Apa aja? Yang paling pertama dikorbankan adalah Uang (pastinya) karena setelah menentukan tanggal (hari H) dari beberapa bulan sebelumnya kami sudah mulai menabung, berhemat, semua hanya demi ke Raja Ampat.
Yang kedua Waktu ! pemilihan tanggal yang pas, hari libur dan cuti bisa approve. bahkan saya sendiri nekat tetap pergi meskipun cuti belum di approve hingga kena sp ! lol. (untuk ini saya punya alasan tersendiri, karena saya sudah ijin 4 bulan sebelumnya, tiket pesawat dan akomodasi untuk disana sudah dibayarkan semua, hanya karena ijin kantor cuti 5 hari saya tidak jadi ikut? Saya nekat. Sudah ijin 4 bulan sebelumnya lho!! (jadi curhat) hehe )
 3. Bagaimana? yang namanya sudah niat pasti ada jalan, seperti pepatah bijak "where there is a will, there is a way" disini lah niat, tekad dan kesabaran dibuktikan, mencari tiket promo, teman seperjalanan, perlengkapan snorkling, ittinerary, divemaster di Raja Ampat, dll.

Alasan kedua kamu harus ke Raja Ampat adalah karena : Keindahan Alam nya !
Siap untuk panas panasan dipantai, siap untuk menikmati laut, siap untuk enjoy dan siap untuk cape. !
Tapi percayalah, kamu gak akan berasa cape selama berada di Raja Ampat, Everthing is Awesome !
Pemandangan alam, masyarakat, cuaca, bawah laut, pantainya, semuanya luar biasa. dan pantas disebut surga. Dan ini lah alasan kenapa banyak orang yang menjadikan Raja Ampat menjadi salah satu destinasi impian. Saya pun menyesal disana hanya sempat diving sekali di Friwen.

Percayalah kamu gak keren kalau bisa liburan tiap bulan ke luar negeri tapi belum pernah sekalipun ke Raja Ampat di Indonesia !












See you on next trip !

Selasa, 31 Maret 2015

Tempat wisata di Kuala Lumpur, Malaysia

Hallo Traveller, beberapa tempat wisata ini merupakan tempat tempat yang wajib dikunjungi kalau kamu ke Kuala Lumpur. Untuk tempat wisata kali ini saya juga akan membahas beberapa hal lain nya selain dari tempat wisata itu sendiri, yang tidak kalah pentingnya dan jarang orang lain share adalah apa saja yang bisa kita lakukan disana dan bagaimana cara kesana.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah share itinerary yang akan saya lakukan, walaupun tidak semuanya bisa saya datangi pada akhirnya saya berhasil megumpulkan informasi untuk kesana, trik dan tips di malaysia dan beberapa referensi tempat lainnya.

Untuk sekarang saya akan share tempat wisata yang bisa kamu datangi dalam waktu satu sampai dua hari saja beserta cara pergi ke lokasi tersebut, semoga semua informasi ini bisa membantu para wisatawan Indonesia :)

1. KLCC ( Kuala Lumpur City Centre )
Disini kamu akan menemui icon kota Kuala Lumpur Menara Kembar Petronas, Suria Mall, gedung gedung tinggi perkantoran dan mall mall besar lainnya.

Bagian depan menara Petronas
Kamu bisa pergi ke KLCC dengan menggunakan LRT / Rapid KL. dari KL Sentral naik Train Nomor 5 ke arah Gombak dan turun di KLCC.

Spot foto favorit wisatawan adalah di depan menara Petronas, tetapi sebenarnya ada spot lain yang jarang orang tahu yaitu depan Suria Mall. Bagian depan Suria Mall adalah kolam besar dengan taman yang besar, pada bagian ini setiap hari mulai pukul 18.30 - 22.30 ada pertunjukan dancing fountain, sebuah pertunjukan air mancur yang dipadukan dengan musik dan lampu lampu cantik di malam hari, satu satunya pertunjuakan air mancur yang pernah saya lihat dengan sangat menarik.

Saat idel untuk datang ke Petronas tower adalah sekitar jam 5 sore karena kamu bisa foto dengan menara petronas saat sore (sebelum lampu menyala ) dan saat malam ketika menara kembar ini bersinar, tepat persis di depan menara kembar ini adalah satu bangunan yang seperti rubic yang merupakan kantor pusat Public Bank Malaysia, bila sudah malam maka akan bersinar berwarna emas, kamu juga bisa berfoto disini karena diantara bangunan disekitar hanya bangunan ini yang lampu nya berbeda. Saat sudah jam 18.30 kamu bisa berjalan ke bagian depan Suriah Mall ( belakang Menara Petronas ) dan menikmati pertunjukan dancing fountain dengan musik yang memukau!

2. Batu Caves
Batu Caves merupakan kuil orang orang India dan Hindu untuk beribadah, disini kamu akan menemui patung besar Dewa Subarisman yang menjadi objek utama di Batu Caves.

Dari KL Sentral kamu harus membeli tiket kereta ( berbeda dengan Rapid KL ) seharaga 2 MYR untuk satu orang. Harga yang  sangat terjangkau karena di Batu Caves tidak ada tiket masuk lagi,  it's Free!

Spot foto favorit adalah bagian depan patung raksaksa dengan tangga tinggi menuju ke kuil atas, tapi kamu juga bisa foto di depan sebuah kolam yang penuh dengan ikan dan taman yang indah, disini juga banyak burung merpati / burung dara terbang bebas.
Berhati-hatilah saat kamu ingin naik ke kuil atas karena banyak monyet monyet yang berkeliaran, diatas jam 1 siang monyet monyet ini mulai liar mengambil barang bawaan seperti bunga dan air, mungkin karena cuaca yang panas ya.

Sebaiknya kamu datang ke Batu Caves pada saat pagi, selain tidak panas, suasana juga masih sepi, bila kamu mau naik ke atas juga sebaiknya pagi karena monyet monyet ini sudah diberi makan sehingga tidak "rese" atau menggangu penggunjung. Saat kamu sampai di bagian atas tidak ada hal istimewa disini selain Kuil didalam gunung kapur, pemandangan ke kota pun terlihat biasa saja bagi saya, sekali lagi icon tempat wisata ini hanya pada patung raksasa nya saja.

3. Dataran Merdeka
Dataran Merdeka / Lapangan Merdeka merupakan tempat upacara dimana ada sebuah tiang besar dengan bendera raksasa yang berkibar. Di tempat ini kamu akan dimanjakan dengan pemandangan bangunan bernuansa eropa - turki dan art deco lainnya.

Kalau kamu ke KL kamu wajib untuk datang kesini, kalau siang tempat ini sangat sepi cocok untuk foto foto (jangan lupa bawa topi karena panas terik yang menyengat). Kalau dari KL Sentral kamu hanya melewati 1 stasiun, naik Rapid KL nomor 5 ke arah Gombak dan berhenti di stasiun Masjid Jamek, jalan kaki sekitar 5 menit dan sudah sampai di Dataran Merdeka.

Saya sendiri mereferensikan datang ketempat ini ketika siang, meskipun kamu akan merasakan teriknya matahari, tapi kamu akan puas untuk foto foto ditempat ini tanpa terganggu orang lain karena masih sepi.

Ada beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi disekitar lapangan ini antara lain, MUD KL / Panggung Badaraya ( tempat theater Kuala Lumpur ), Masjid Jamek, Bagunan Sultan Ahmad Majid, Museum Textil, Perpustakaan Kuala Lumpur dan KLCG ( Kuala Lumpur City Galleree )

Saya akan menceritakan Dataran Merdeka pada satu artikel agar lebih puas, untuk kamu yang akan ke KL harus datang ke tempat ini, foto narsis mu akan berasa seperti di luar negeri eh maksudnya eropa gitu, good luck!

4. Bukit Bintang
Bukit Bintang sesuai namanya jalannya ber bukit dan hanya bersinar dimalam hari seperti bintang, aktifitas disini banyak dimulai dari sore hingga pagi hari setelah itu kawasan ini sepi aktifitas karena Bukit Bintang adalah tempat wisata hiburan malam, disini banyak jajanan makanan chinese dan tempat belanja toko toko di pinggir jalan.


Ada dua stasiun yang dekat dengan Bukit Bintang, Stasiun Imbi atau Stasiun Bukit Bintang. Dari KL Sentral kamu harus naik kereta ( Rapid KL ) jalur hijau nomor 8 ke arah Titiwangsa.

Makanan atau jajanan pasar disini cukup murah tetapi untuk orang muslim sebaiknya berhati hati karena disini lebih banyak makanan chinese, ada satu tempat rekomendasi dari teman saya di Malaysia yang terjamin halal, coba makan di SK Restaurant yang berada di persimpangan jalan dengan dekat dengan minimarket KK 24, sebuah restaurant India muslim ( orang Malaysia menyebut India Muslim sebagai Mamak ) harga makanan yang murah dan enak menjadi referensi bila kamu seorang muslim dan ingin makan di Bukit Bintang, SK Restaurant buka 24 jam, jadi kamu bisa sarapan disini bila hotel mu tidak menyediakan sarapan :)

4 tempat diatas bisa kamu kunjungi hanya dalam satu hari, ada beberapa tempat juga yang belum sempat saya kunjungi seperti Menara Kuala Lumpur, Pahang, Patrajaya, China Town, Central Market dan Thean Hou Temple. Semoga bila saya ke KL kembali bisa datang ketempat tempat tersebut.

Kalau kamu hanya punya satu hari untuk di KL saya sebaiknya urutan tempat wisatanya adalah, Batu Caves - Dataran Merdeka dan Petaling Street - KLCC - Bukit Bintang

Semoga tulisan saya bisa menjadi referensi dan bermanfaat buat kalian, kalau ada yang mau ditanyakan silakan ditulis di komentar, saya akan jawab apa saja yang saya tahu. hehe.
dan jangan lupa Happy Holiday !

Selasa, 24 Maret 2015

Pahang, Kampung Prancis dan Colmar Tropical, Berjaya Hills

Haii,
Minggu kemarin saya sempat ke Kuala Lumpur Malaysia karena dapat paket murah dari airasiago.co.id, saya sempat share ke teman-teman di group whatsapp dan ada yang menyarankan untuk datang ke Pahang, Kampung Prancis. Setelah saya search di google.com ternyata tempatnya cukup menarik, Kampung Prancis atau Colmar Tropical ini adalah kumpulan bangunan zaman eropa pertengahan dan merupakan sebuah resort di daerah Kota Tinggi / Bukit Tinggi, Malaysia.



Seperti itinerary yang saya share sebelumnya hari pertama saya akan ke Pahang / Kampung Prancis, sempat mencari info dari google.com bahwa ada beberapa alternatif angkutan untuk ke Pahang, namum ternyata pada saat di Kuala Lumpur banyak penduduk disana yang bahkan tidak tahu Pahang / Kampung Prancis ini. Saya bersama teman saya sempat mondar mandir untuk cari angkutan kesana, berdasarkan info dari google.com, teman whatsapp dan blogger bisa naik bus khusus langsung ke Pahang dari Berjaya Time Squere, tetapi sampai disana kami tidak menemukan loket karcis untuk ke Pahang, hanya ada 2 loket bus untuk ke Singapore, saya dan teman saya tanya bagaimana cara pergi ke Pahang akirnya kami disarankan untuk ke Terminal Pudu / Pudu Centre karena ini adalah terminal besar dan banyak bus tujuan ke luar kota. Alhasil kami pun berjalan kaki ke Terminal Pudu karena katanya sih dekat. akhirnya setengah jam lebih sudah berjalan kaki (ternyata lumayan jauh, jangan percaya kalau orang Malaysia bilang dekat, itu ternyata jauh) akhirnya kami sampai di Terminal Pudu. Kami ke loket dan dibantu oleh orang orang disana yang menyanyakan tujuan kami, bahkan orang orang diterminal-pun tidak tahu Kampur Prancis, Colmar Tropical bahkan Pahang !!!

Saya pun menghubungi teman whatsapp saya untuk konfirmasi bagaimana cara pergi ke Pahang, dia share gambar bus nya dan jam keberangkatannya, dan hanya ada dari Berja Time Squere. Damn! Sudah hampir jam 10 pagi dimana itu adalah jam keberangkatan kedua bus ke Pahang, kami lari lari menuju ke Berjaya Times Squere, sampai sana kami muter muter dan cari bus yang seperti di gambar tapi tetap tidak ada, bahkan loket karcis nya pun tidak ada, saya sudah tanya orang sekitar mereka pun tidak tahu. Luar Biasa, bagaimana orang orang di Kuala Lumpur ini tidak tahu daerah tersebut sedangkan masih daerah disekitar kota. Luar Biasa!
Sebagai perbandingan waktu, dari Kuala Lumpur ke Pahang sekitar 2 jam, hampir sama seperti Jakarta Bogor atau Jakarta Bandung, dan semua warga Jakarta tahu bagaimana caranya pergi ke Bogor atau Bandung dengan angkutan umum, sedangkan ini orang orang lokal disana tidak tahu? mereka tidak pernah keluar kota atau tidak peduli sama hal lain diluar lingkungan mereka?! Oh God come on. Akhirnya kami kelelahan dan berisitrahat, karena sudah lewat dari jam 10 pagi, bus ke Pahang berikutnya adalah jam 1 siang, kami berinisiatif dari pada menunggu saja lebih baik kami jalan jalan, dan akhirnya kami ke Dataran Merdeka.

Hampir jam 1 siang, kami terburu buru  untuk kembali ke Berjaya Times Squere naik Rapid KL.  Saat turun dari tangga penyebrangan ternyata teman saya tidak sengaja melihat bus sama seperti yang di gambar, ya itu bus ke Pahang !!! Pencarian kami akhirnya tidak sia sia.
Bus tidak ada orang dan supir nya, kami langsung tanya dengan security terdekat sambil menunjukan bus tersebut dan menanyakan tempat membeli tiketnya, dan akhirnya dia mengarahkan ke dalam Mall Lt.8 Colmar Tropicals, Berjaya Hills ! ya. seharusnya ini nama yang pertama disebut untuk ke lokasi ini  BERJAYA HILSS !

Kami sampai di lantai 8 Mall Berjaya Times Squere dan langsung mencari agen / tempat membeli tiket. Sesampai disana begitu kecewanya karena jadwal sudah penuh bahkan untuk dua hari kedepan. Kecewa tapi akhirnya kami berhasil mendapatkan jawaban dari rasa penasaran kami. Colmar Tropical, Berjaya Hills adalah sebuah resort yang cukup elit sehingga tidak banyak warga yang tahu tempatnya bahkan cara kesana, Colmar Tropical adalah sebuah resort seperti Kota Wisata atau resort resort lainnya yang ekslusif, hal ini menjawab kenapa hanya dari tempat ini lah ( Berjaya Times Squere ) pengelola resortnya kita bisa pergi, dan tidak ada akses angkutan umum lainnya.

Segala kesimpang siuran dan ketidak jelasan informasi mengenai Kampung Prancis, Pahang, Colmar Tropical, Berjaya Hills ini terjawab sudah.
Akhirnya kami tidak jadi pergi ke Pahang karena jadwal mereka sudah penuh dan melanjutkan ke tempat lain di Kuala Lumpur !

Inilah informasi yang berhasil kami dapatkan, semoga bisa membantu teman teman backpacker lain yang mau kesini :


Angkutan yang ke Pahang / Colmar Tropical, Berjaya Hills hanya ada dari Berjaya Times Squere lantai 8.
Jam keberangkatan Bus 10.00 am, 01.00 pm, 05.00 pm. Bila kamu mau berangkat jam 10 pagi dan Mall masih belum buka, kamu bisa menggunakan pintu samping Mall untuk masuk kedalam.

Harga tiket dan informasi lainnya bisa kamu lihat di gambar dibawah ini / langsung booking dan info lengkap di website : www.colmartropicale.com.my


Semoga dikesempatan berikutnya saya sempat kesana dan membuat tulisan mengenai resort satu ini.
Happy Holiday, Selamat jalan jalan !

Selasa, 10 Maret 2015

Itinerary 2 hari 1 malam di Kuala Lumpur, Malaysia

Haii Travelmate, saya mau share nih. Minggu depan saya akan jalan-jalan ke Kuala Lumpur hasil dari tiket promo. Saya dapat tiket promo ke KL dari Airasiago.co.id dapat tanggal 16-18 Maret 2015, total tiket pesawat pergi-pulang + hotel di daerah Bukit Bintang hanya Rp. 700ribu-an.

Karena ini paket promo jadi harus ambil minimal 2 seat, setelah mencari beberapa teman yang available dan tertarik untuk ke KL akhirnya kami jadi pergi ke sana. hahaha.

Pencarian tujuan wisata untuk disana dibantu dengan google.com, tetapi berhubung sedang aktif di group whats app travelling, jadi saya sekalian tanya sama temen temen yang ada disana dan sudah pernah kesana hingga akhirnya terciptalah itenarary ini.

Seharusnya kami memilih pesawat pagi pada tanggal 16, tetapi karena hari Senin kami berusaha hanya untuk ijin setengah hari dari kantor, jadi ambil cuti 2 hari. hehehe, maklum masih karyawan.

Oke, penjelasan dan ceritanya cukup deh, silakan langsung lihat itinerary yang akan saya jalankan nanti, kalau ada yang mau ditanyakan boleh di comment nanti saya jawab *kalaubisakalausempet

Realisasi untuk itinerary diatas akan saya share setelah pulang dari KL ya,
Happy Holiday

Senin, 09 Februari 2015

Alun Alun Bandung ( Masjid Raya Bandung )

Ketika weekend kemarin ke Bandung saya menyempatakan diri untuk datang ke Alun-alun Bandung, kenapa kesini? Karena akhir tahun lalu Ridwan Kamil sudah mereksimkan Alun-alun Bandung dan juga sudah merenovasi alun alun ini dengan rumput sintetis, dan sosialiasi di sosial media juga cukup banyak sehingga kami penasaran dengan bentuk aslinya.

Setelah sampai dan melihat langsung secara keselurahan, ada beberapa opini pribadi yang ingin saya sampaikan, ada plus dan minusnya, semoga ini bisa menjadi masukan untuk kedepannya :)

Alun-alun Bandung - Aerial Video

View menggunakan Aerial video lensa fisheye membuatnya tampak sangat menawan, asli nya bagaimana?
ini foto saat saya berada disana


Mungkin karena saya kesana hari libur jadi suasananya ramai dan padat sekali, tetapi tidak mengurangi keasikan bersantai di atas rumput sintetis ini, banyak orang yang piknik, berkumpul bersama teman, meet up dll di lokasi ini. Ada beberapa hal yang menarik untuk di amati ketika datang kesini, antara lain :

  1. Parkir
    Lokasi parkir mobil dan motor berada dalam basement (resmi) dan juga di pinggir jalan, untuk parkir di dalam basement suasananya kusam dan gelap, pintu masuk ke dalam basement antara pejalan kaki, mobil dan motor menjadi satu sehingga terlihat berantakan, selain itu juga berbahaya karena pejalan kaki bisa saja tertabrak motor atau mobil, sebaiknya selain penampilan luar yang dipercantik, fasilitas seperti parkir dalam basement ini juga dipercantik, di cat ulang dan ditambah penerangannya
  2. KebersihanKebersihan untuk di dalam basement agak menyedihkan, berbanding terbalik dengan lapangan mesjid atau alun-alun itu sendiri, di lapangan ini tidak ada penggungjung yang membuang sampah sembarangan, karena selain ada spanduk himbauan larangan membuang sampah, jumlah tempat sampaj yang disiapkan juga cukup memadai ( tidak sedikit ). Para pengunjung yang datang kesini pun wajib membuka alas kaki ketika menginjak rumput tanpa perlu di ingatkan lagi, sebuah kesadaran yang luar biasa untuk taman yang mereka cintai.
  3. Fungsi Lapangan
    Saya baru tahu kalau ternyata Alun-alun Bandung ini adalah lapangan Masjid Raya Bandung, hahaha, saya pikir sama seperti Alun-alun di Jogja yang besar itu :). Fungsi lapangan Masjid ini menjadi luar biasa, orang-orang berkumpul disini bersama keluarga, teman, dll sebuah hal yang jarang terlihat (bagi saya) orang-orang duduk di atas rumput begitu saja (mungkin karena rumput sintetis) karena biasanya taman taman yang ada kita harus duduk di bangku yang disediakan atau di trotoar hehe.
    Saya sendiri untuk duduk bahkan tidur-tiduran di rumput ini tetap merasa nyaman walau di bawah panas terik di siang hari, tetap asik walau banyak orang, sebuah hal yang jarang saya dapatkan
  4. Fungsi Mesjid
    Sayangnya ketika saya memasuki Masjid ternyata fungsi bagian dalam Masjid ini sudah mulai berubah, banyak orang-orang yang juga piknik didalam, bermain bola bersama anaknya, bawa bekal makan di dalam Masjid, pacaran, dll. padahal saat itu sedang ada khutbah / pengajaran ilmu agama.
    Entah kenapa tidak ada pengurus Masjid yang mengingatkan untuk hal ini. Selain itu didalam juga antara ikhwan adan akhwat ( cowok dan cewek ) tidak ada batasan, bercampur begitu saja. Sebenarnya hal ini biasa tetapi bila diluar Masjid (lapangan atau foyer) tetapi ini terjadi didalam Masjid yang seharusnya tempat beribadah.

    Semoga semua tempat wisata dan ibadah di Indonesia semakin baik :)

Jumat, 03 Oktober 2014

One Day at Jogja (2)

Kami bekerjaran dengan waktu untu ke tempat wisata berikutnya, Pantai Indrayanti, sehingga kurang menikmati saat saat di Candi Borobudur, karena hanya perjalan satu hari kami pun harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Pulang dari Candi Borobudur menuju Jogja pun masih mengandalkan aplikasi waze, tetapi dalam perjalan pulang aplikasi ini sedikit error, entah aplikasinya / yang baca aplikasinya, akhirnya kami muter muter di jalan yang sama hilang arah..ckck menyebalkan, disaat harus terburu buru malah nyasar / salah jalan karena aplikasinya error. Akhirnya kami menggunakan cara lama yaitu bertanya dengan orang di pinggir jalan. hehehe. Cara ini emank paling jitu, langsung dapet arah dan kebut aja sampe kota..hahaha

Kembali ke hotel karena batrei kamera ketinggalan, ngaso sebentar dan lanjut jalan lagi, langsung cabut ke Pantai Indrayanti, semoga masih sempat sampai sana sore dan dapet suasana sunsetnya.
Perjalan ke Pantai ini sungguh luar biasa, selain pemandangannya bagus jalannya ternyata harus turun naik berasa mau ke puncak, tanpa terasa sudah 1 jam perjalanan. menurut waze dari titik tempat kami menginap ke pantai tsb butuh waktu 2 jam, dan sekarang sudah 1 jam perjalanan, jam di tangan sudah menunjukan pukul 5 sore. Damn! masih 1 jam perjalan lagi ke pantai yang artinya kita sampai disana magrib, malam? mau ngapain ke pantai malam malam? Sial ternyata memang waktunya terlalu sempit. Akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke kota dan lanjut ke tujuan berikutnya, Raminten.

The House of Raminten, hanya ada satu di peta yang menunjukan rumah makan Raminten ini (saya baru tahu dari teman katanya rumah makan ini ada 2, yang satu pusatnya dan yang satu lagi cabangnya).
Orang bilang kalau ke Jogja gag datang ke Raminten kurang afdol, yang akhirnya kita sampai di depan rumah makan ini. Sebagai info, katanya rumah makan ini terkenal dengan Banci banci nya yang menyajikan makanan dan yang punya ini juga 1 kalangan dengan mereka, itulah yang menjadi keunikan di rumah makan ini.
Ternyata untuk bisa makan disini penuh dengan perjuangan juga ya, banyak orang yang duduk sambil nonton tv karena baru masuk dalam waiting list. WOW. buat dapet tempat aja harus nunggu antrian dulu ya. Beruntung kami bisa langsung dapat tempat duduk karena hanya berdua. dapat tempat di bagian atas dengan tempat duduk rotan yang bisa nyeder, pewe deh.
Nama makanan dan masakannya aneh aneh, kita pun coba pesan makanan, Daging Kerbau dan Lontong tahu. tik tok tik tok.. udah setengah jam lebih berlalu tapi makanan belum datang juga, LAMA !! saya aja sampe ketiduran nunggu makanannya datang.
Makanannya datang juga, well rasanya lumayan enak sih, minumannya juga enak. walaupun begitu saya gag tertarik buat datang kembali kesini .hehe. makasih!

Selesai dari makan kami menuju ke Alun Alun Kidul, saya penasaran dengan tantangan bahwa bila bisa melewati kedua pohon beringin raksasa ini makan keinginannya akan terkabul. Percaya gag percaya saya hanya ingin mencoba bisa berhasil atau tidak, karena tidak punya sarana buat menutup mata, akhirnya saya hanya memejamkan mata saja untuk melewati kedua pohon beringin itu. saat menutup mata dan mulai melangkah tiba tiba serasa ada nuansa mistis, dan langkah menjadi berat atau mungkin itu hanya perasaan saya saja? saya pun terus melangkahkan kaki, terus sampai saya membuka mata berada di tepat sebelah pagar pohon beringin yang sebelah kiri. Aneh. padahal perasaan saya terus berjalan lurus kedepan, ternyata malah belok tanpa saya sadari..hmmm

Malioboro menjadi tujuan terakhir malam ini dan menjadi tujuan akhir perjalanan kami, disini kami hadir hanya untuk belanja. hahaha. Malioboro dikala malam menurut saya biasa saja, toko toko yang jualan, pedagang, warung makan lesehan dan jajanan lainnya. entah apa yang membuatnya begitu spesial? ada yang bisa info ke saya? atau memang hanya spesial saat ada moment atau event tertentu saja? ciri khas yang jualan dan toko toko disini adalah BATIK! dan ciri khas warung makan disini adalah LESEHAN.

Perjalanan pun berakhir, dan kembali ke penginapan untuk istirahat, nyemil, mandi dan beres beres untuk kembali ke Jakarta dengan kereta pagi.
Satu hal yang ingin saya sampaikan ke Jogja, seperti yang sering di katakan Arnold dalam film Terminator. I'll Be Back !
Ya! saya akan kembali lagi ke Jogja, karena banyak destinasi wisata alam, sejarah dan pemandangan lainnya belum saya nikmati karena waktu yang terbatas.

Loveable and peaceful at Jogja. :)




Rabu, 01 Oktober 2014

One Day at Jogja

One Day in Jogja,

Akhirnya setelah menjadi wacana beberapa bulan kami memulai liburan kami bersama.
Setelah sempat binggung memilih antar Jogja atau Bandung, akhirnya kami memutuskan pergi ke Jogja. Persiapan pun dimulai. kami cek-cek harga tiket online jam dan harga yang sesuai dan akhirnya kami beli tiket kereta api bogomonto dari stasiun pasar senen - stasiun tugu Jogja. Kami dapat tiket Rp. 625,000 pp untuk dua orang, beli online di Tiket.com tiket.com, selanjutnya akomodasi yang akan kami pakai, saya pun mencari sewa motor di Jogja via internet, ternyata banyak yang menyewakan motor per-hari di Jogja, salah satunya Mandiri Motor tempat saya menyewa motor.

Akomodasi dan tiket sudah ready, selanjutnya destinasi wisata yang akan kami tuju.ini adalah hal yang paling sulit karena hanya punya waktu sehari semalam untuk explorasi wisata yang ada disana, jelas tidak memungkinkan. Kami coba filter beberapa lokasi yang wajib di kunjungi akhirnya memutuskan untuk ke Candi Borobudur / Prambanan dan Pantai Indrayanti sebagai tujuan utama di siang hari dan di malam hari akan pergi ke Alun-alun, Malioboro, dan Raminten.

Hari H.
Berangkat dengan kereta ekonomi Bogomonto sekitar jam 10 malam, pertama cukup excited karena ini pertama kali nya saya naik kereta ke jawa. hahaha *norak. namun ternyata naik kereta ekonomi ke jawa dengan 8 jam perjalanan susah juga ya, karena kita naik kereta malam, posisi kaki dan badan kurang nyaman untuk tidur, meski keretanya ada ac, tetapi terasa kurang dingin, banyak juga orang yang susah tidur dengan posisi duduk akhirnya tidur di jalan jalan gerbong, saya yang melihat itu akhirnya tergiur untuk mencoba nya karena sepertinya lebih nyaman bisa selonjoran dan lebih bebas dari pada hanya diam di kursi yang kurang nyaman. mencoba  tidur di jalanan gerbong, enak sih bisa meluruskan kaki, tapi bunyi mesinnya terlalu berasa, lantainya dingin seperti ubin tapi hawanya panas, nah aneh kan?. Sempat tidur beberapa saat di lantai dan akhirnya kembali ke tempat duduk ketika sudah mulai dekat dengan tujuan kami.
Booking hotel tidak saya lakukan sebelumnya karena saya akan cari tahu lokasi lokasi hotel yang strategis menurut saya disana, dan ternyata saat kami keluar stasiun sudah di sajikan deretan hotel hotel yang menarik. lokasinya benar benar strategis di pintu keluar stasiun pasar kembang, tepat di depan stasiunnya. Kami memutuskan untuk menginap disalah satu hotel tsb dengan pertimbangan kami tidak perlu transportasi lagi ke stasiun karena hanya tinggal nyebrang, dan juga karena kami besok akan kembali dengan kereta pagi, jadi menurut saya hotel di sekitar stasiun adalah pilihan yang tepat. Cek rate hotel yang ada disekitar stasiun, teknologi internet sungguh membantu untuk cek harga hotel yang ada di sekitar stasiun, jadi kami tidak perlu masuk satu persatu / telp hotel tsb untuk tanya rate kamar yang sesuai dengan budget kami.

Hotel Nusantara di Pasar Kembang (Sarkem) adalah pilihan tempat kami menginap, saya ambil superior room dengan fasilitas, satu ranjang besar, tv, ac, hot & cold water dan sarapan dengan harga Rp. 290,000. cukup murah kan? Hotel dan kamarnya bersih dan rapih, standar dan cukup lumayan untuk hotel murah yang hanya digunakan untuk bermalam.

Motor sewaan kami datang, saya pesan motor honda beat, syarat yang harus kami penuhi adalah 3 identitas diri, saya titipkan KTP, NPWP dan kartu Jamsostek. biaya sewa motor per-hari nya (24 jam) Rp. 70,000. Not bad untuk harga sewa dan motornya, meskipun motornya agak kusam (mungkin jarang dicuci)// kami pun siap siap untuk jalan, menggunakan waze sebagai peta kami disini, sesaat kami akan menuju ke prambanan tapi diperjalanan baru sadar tangki motor ini kosong. Sialan! jarum bensinnya benar benar ada di garis merah, sempat kesal karena kita sewa motor dan tidak dikasih bensin walau hanya 1 garis? ya kami pun tanya orang sekitar untuk cari pom bensin terdekat.
Karena sepertinya pom bensin disini jarang dan menurut orang orang jauh (ada di kota) kami pun dapat rekomendasi beli bensin eceran dengan harga Rp. 7000 per liter, gila !! murah banget buat bensin eceran, di Jakarta aja bensin eceran paling murah Rp 8000 !!

Tujuan wisata berubah, menurut waze, kalau kami ke Borobudur akan menempuh 2 jam perjalanan dan sekitar 68 km pp .Tujuan sudah ditetapkan kami menyusuri jalan mengandalkan aplikasi gps waze. Aplikasi yang sangat membantu hingga kita akhirnya bisa tiba di candi Borobudur dengan selamat sentosa. Alhamdulillah (berasa jauhnya)

Borobodur merupakan salah satu candi terbesar di Indonesia, mungkin Dunia, yang menjadi world heritage, tidak salah kami kesini untuk melihat candi yang banyak di datangi turis asing dan lokal ini.
Parkir motor Rp. 3000 di sekitar candi, dan tiket masuk ke candi Rp 30.000 / weekend.
Sebelum memasukin candi kita akan disuguhkan para pedangan yang menjual souvenir dan kerajinan tangan, adapula yang menawarkan payung cuma Rp. 5000 dan topi topi kalau panas sekitar Rp30,000-an.

Wow, tanpa terasa 2 jam sudah di Candi Borobudur, melihat pemandangan dan foto-foto narsis. hehe.
Menuju pintu keluar candi kita kembali di arahkan ke pasar tradisional yang menjual kerajinan tangan, souvenir dan batik untuk dibeli, saat ditawarkan barang saran dari saya ciba tawar setengahnya karena sebenarnya harga nya murah murah loh!
Akhirnya kami menemukan tempat makan, panas terik dan cape jalan jalan keliling candi bikin laper dan haus parah. Makanan disini saya pikir akan mahal dengan harga makanan sekitar di atas 20ribu-an tetapi ternyata disini harganya masih termasuk murah / harga standar. Jarang banget tempat wisata mematok harga standar untuk tempat makan. cukup puas dan tidak salah pilih tempat makan nih, selain harganya oke, masakannya juga enak enak :)

to be continue//
>> Perjalan ke Pantai Indrayanti
>> Alun alun Kidul
>> The House of Raminten
>> Malioboro

Jumat, 18 Juli 2014

Menikmati Sunset di Ancol


#electionday #ancol #sunset #pentaxQ10

Senin, 21 April 2014

Behind the Scene : Travelling to Singapore

Sebelumnya saya tidak ada rencana sama sekali untuk pergi jalan-jalan ke Singapore, tetapi waktu imlek kemarin saya dapat angpao dari GM Singapore yang sedang berkunjung ke Indonesia. Nah, isi angpao nya adalah uang tunai 38SGD. Sebenarnya nilainya lumayan kalau ditukarkan ke Rupiah untuk belanja atau makan makan disini, tetapi tiba-tiba saya jadi termotivasi untuk menggunakan Dollar ini di tempat negara asalnya, Singapore !

Jadi yang sebelumnya saya tidak tertarik ke Singapore, akhirnya harus mencari informasi informasi tentang Singapore karena harus kesana untuk menggunakan uang angpao yang di dapat.

Keinginan iseng ini berlanjut menjadi rencana, langsung cek kalender cari tanggal merah, kapan perkiraan kesana, cek juga promo promo tiket pesawat. saya juga bergabung ke beberapa website promo tiket penerbangan agar selalu update promo promo perjalanan

Rencana awal saya mau pergi sendiri hanya karena iseng, kesana 1 hari 1 malam, jalan-jalan terus pulang, tapi akhirnya saya galau karena kalau saya pergi sendiri nanti selama disana gak ada yang fotoin donk, gak bisa eksis. hahaha. Akhirnya saya cari teman yang mau menemani, sms dan telp beberapa teman hingga akhirnya ada yang mau bareng, dan juga ini kali pertama dia untuk keluar negeri. Cocok !

Rencana perjalanan pun dibuat, budget dari awal sudah ditentukan 3 juta rupiah fleksible, maksud flexible disini adalah bisa include / exlude pesawat pp, nah karena itu selanjutnya cari tiket pesawat.

Untuk tiket pesawat ke Singapore sebenarnya ada banyak yg murah dan selalu ada promo, tetapi kita juga perlu menyesuaikan tanggal, karena kadang tiket promo itu berlakunya weekdays, sedangkan kita sebagai karyawan cuma bisa pergi weekend karena gak mau ambil cuti.

Selama seminggu hampir setiap hari dan setiap jam kami cek jadwal penerbangan, harga tiket dan jam keberangkatan nya.
Dapat perkiraan awal untuk tiket PP sekitar Rp.1,2 juta. kita coba press lagi, cari di tanggal low season. Akhirnya kami dapat tiket PP hanya Rp.650 ribu, berangkat hari Sabtu pagi tanggal 12 April, pulang Senin Pagi 14 April.. haha mantap ! Kami dapat maskapai Tiger Air / Mandala PP tanpa bagasi.

Tanggal keberangkatan dan pesawat sudah beres. Tahap selanjutnya menentukan penginapan.untungnya pergi cuma berdua, jadi ada banyak alternatif yang bisa dibuat, bisa menginap di hotel biasa dengan tarif per malam sekitar Rp 800.000-1.000.000 atau bisa ke hostel dan asrama yang hanya Rp 300,000-500,000 per tempat tidur per malam.

Hasil pencarian di internet, kebanyakan tempat penginapan yang murah meriah untuk backpacker berada di Little India, China town dan Kampung Bugis.
Tetapi ternyata kami memang sedang beruntung, teman saya punya kartu member accordhotel, dan dia masih ada slot gratis untuk menginap di hotel yang jadi member accord. Aseek ! Kami dapat penginapan gratis di Singapore. Pilihannya  adalah Hotel Ibis, Mercure dan Novotel. Dapat info itu saya langsung cek ke google hotel yang lokasinya paling strategis dan dekat dengan tempat wisata dan pusat kota, dan ternyata pilihan jatuh ke Hotel Novotel di Clarke Quay.

Tiket - Done.
Hotel - Done.

Selanjutnya itinarary dan transportasi disana, saya harus mempersiapkan kemana saja kita selama berada di Singapore, apa saja landmark nya, tempat untuk foto dan rekomendasi rekomendasi lainnya.
beberapa link rekomendasi dari saya sudah sempat saya bagikan sebelumnya, silakan cek disini

Post selanjutnya saya akan bagikan itinerary dan transportasi disana :)
Keep in touch. Happy Holiday





Minggu, 20 April 2014

Photoshoot : Singapore 1

on the way to go to Novotel, Clarke Quay
waiting MRT at Chinatown
Singapore Flyer building
inside Singapore Flyer
inside Singapore Flyer
inside Singapore Flyer
inside Singapore Flyer
in front of Esplanade, view to Marina Bay Sands
 Riverside path around Esplanade, view to Marina Bay Sands
Esplanade
Clark Quay, Riverside
Riverside, Clarke Quay
Underpass Clarke Quay
Marina Bay Sands
Marina Sands Mall, view to Singapore city
Dragonfly Bridge, Marina Bay Sands
Dragonfly Bridge
Dragonfly Bridge corner

Minggu, 16 Maret 2014

Tips Pergi Ke Singapore Sendiri

Hii Travelearner,

Bulan depan, April 2014, saya dan teman saya rencananya akan pergi ke Singapore dengan backpacker.
Kalau teman-teman mau mencoba keluar negeri atau untuk pertama kali keluar negeri biasanya akan memilih Singapore sebagai tujuan pertama, kenapa? karena negara ini paling dekat dengan Indonesia, tiket promo selalu dibuka untuk tujuan ini, bahkan tiket pergi ke Singapore lebih murah daripada destinasi wisata lain di Indonesia.

Karena ini pertama kalinya saya akan pergi keluar negeri sendiri ( tanpa tour ) --sebelumnya saya sudah pernah ke Bangkok tetapi menggunakan jasa tour and travel -- jadi ini tetap pengalaman pertama saya keluar negeri sendiri.

Ada beberapa point yang saya kumpulkan dari google.com untuk membantu kita mengenali negeri yang akan kita datangi, untuk kali ini negara tetangga, Singapore.

yap.
ini beberapa informasi yang saya kumpulkan, semoga bisa bermanfaat juga buat anda yang mau kesana sendiri atau tidak ikut tour and travel apapun.


  • Transportasi
Transportasi di Singapore

Salah satu hal yang paling susah dimengerti / dipahami di kota / negara orang adalah transportasinya, jadi saya tempatkan diurutan yang pertama.

Saya sempat tanya sama atasan saya, berapa harga tiket MRT di Singapore, dia bilang sekitar 15 USD untuk beli pertama. dan selanjutanya tinggal di top up saja. satu kartu ini bisa digunakan untuk semua transportasi di Singapore, Bis, Kereta Gantung, MRT, LRT, dll.
semuanya terintegrasi jadi satu.

Hal ini mengingatkan saya wacana bahwa Jakarta / kartu TransJak akan di integrasikan seperti itu, rencananya Trans Jakarta dan Kereta menggunakan 1 kartu untuk pembayarannya
tapi entah kapan akan di realisasikan XD

  • Tiket Murah
Tiket murah untuk berpergian itu merupakan suatu kewajiban bagi backpacker, apalagi sekarang tiket murah untuk ke negara-negara ASEAN sudah banyak dan bersaing banget

www.traveloka.com
www.tiket.com
www.airasiago.co.id

Kalian bisa cari tiket murah di situs di atas, bisa juga dapat promo promo terbaru kalau langganan / jadi member mereka.
So keep it update :D

  • Penginpan
Penginapan bisa cari dimana aja, cukup ketik di google.com kata kunci : penginapan murah di singapore.
Rata rata penginapan untuk backpacker itu berbentuk mess, kita membayarkan per tempat tidur di lokasi tsb, ada yang sudah termasuk loker dan sarapan dan ada juga yang belum, jadi harus lebih teliti membaca.
Kisaran rata-rata penginapan hoste dari Rp. 300,000 - Rp, 600,000 sesuai dengan fasilitas.

Referensi dari saya, cari tempat penginapan yang dekat dengan pusat kota, biar lebih enak jalan jalannya dan akses ketempat yang anda ingin tuju lebih mudah.

www.agoda.com
www.yoursingapore.com

Sebenarnya kalau kamu mau menginap gratis pun bisa, kalau kamu cek di couchsurfing.com tetapi kalau saya pribadi selama masih ada budget untuk menginap lebih baik tidak numpang sama orang lain, hehe. Tetapi itu juga tergantung teman-teman semua.

Jadi itu adalah beberapa tips singkat dari saya untuk yang mau jalan-jalan ke Singapore, semoga bisa membantu masalah kamu saat mau pergi ke negara orang.
Tiga hal diatas merupakan dasar untuk pergi jalan-jalan kemana saja. Happy Holiday

Beberapa referensi lainnya untuk biaya hidup dan tempat tempat yang bisa dikunjungi

naked-traveler.com
travelsingapura.com

Selasa, 18 Februari 2014

Paspor

“eky udah punya paspor? Kalau belum nanti dibuat ya”, dan saya hanya bilang ock.
Saya tidak menanyakan lagi untuk apa dan mau kemana, karena dipikiran saya kemungkinan besar akan ke Singapore ada acara atau apa yg menghadirkan semua karyawan FXPC, tapi anehnya, saat saya di wawancara oleh atasan saya Riama, dia bilang bahwa saya tidak ada quota untuk keluar negeri, bahkan untuk keluar kota saya, sebagai karyawan kontrak belum punya / boleh untuk keluar kota dari kantor.
Tiba tiba disuruh buat paspor yang saat itu saya bahkan belum genap setahun.

Binggung campur happy, besoknya saya cari info untuk pembuatan paspor via online, browsing dan usut punya usut, akhirnya saya bisa daftar online, pembuatan paspor dengan daftar online akan memudahkan kita dalam mendaftar, karena tidak perlu antri, dan form kita juga sudah langsung di terima oleh kantor imigrasi

Kantor imigrasi Jakarta Timur, disebelah penjara Cipinang. Saya datang bawa surat surat dan dokumen pendukung lainnya, proses pembuatan paspornya ternyata mudah sekali ya.

Pertama kamu bisa daftar online dulu di sini : http://www.imigrasi.go.id/
Atau untuk lebih lengkapnya bisa cari info di Google
Setelah daftar online, upload file yg di minta di website nya, kemudian form nya di print out dan bikin janji untuk datang ke kantor imigrasi
Sesampainya di kantor imigrasi, isi form lagi, kemudian antri di loket untuk menyerahkan form tsb, selesai di cek, kita langsung bayar di kasir, bayar paspor sekitar 200 ribu-an
Selesai dari kasir kita dikasih no urut untuk antri di verifikasi data dan pas foto.

No giliran saya telah tiba, jeprat jepret sama scan sidik jari, dll ock lah.
Berikutnya verifikasi dan interview,
Nah, saat itu ternyata saya dokumen yang saya bawa belum lengkap, akta kelahiran harus ada yang aslinya (hanya untuk dilihat petugas) sedangkan akta kelahiran saya ada di nyokap di Palembang, alhasil saya harus kembali lagi dengan membawa dokumen yang lengkap -_-“

Minta kirimin dari Palembang, setelah 1 minggu saya kembali lagi, langsung ke bagian verifikasi dan interview, ttd, approve.
Proses terbit paspor kurang lebih 3 hari, jadi saya harus kembali lagi.

Sebenarnya paspor bisa selesai dengan 2 kali datang, tetapi Karena saat itu dokumen saya belum lengkap jadinya harus bolak balik, overall pelayanan di kantor imigrasi Jakarta Timur ini memuaskan 

3 hari berselang, saya datang mengambil paspor di loket lantai 1 dan … ITS DONE.
Saya siap berpetualang ke luar negeri 

Saran :
1.    Daftarlah via online, karena ini akan memudahkan kamu untuk mengisi dan melengkapi data tanpa harus terburu buru dan antri
2.    Datanglah lebih pagi pada saat penyerahan formulir agar tidak mengantri terlalu lama
3.    Semua biaya formulir dll Gratis, kantor imigrasi tidak memungut biaya apapun lagi kecuali pembuatan paspor sekitar Rp 255,000 jadi sangat tidak diisarankan menggunakan jasa / calo yang pastinya membuat harganya jadi lebih mahal
4.    Pada saat foto / datang ke kantor imigrasi usahakan menggunakan pakaian yang rapih, minimal kemeja, agar saat difoto bisa terlihat bagus (tergantung muka juga sih )
5.    Saat datang harus selalu diingat dan siapkan semua berkas Asli dan Fotokopi, karena akan di lihat pada saat wawancara, hal ini untuk menghindari kamu bolak balik untuk mengurus paspor 