Slide 1 : Raja Ampat, Papua

Kepulauan Wayag, Raja Ampat. Destinasi impian para pecinta snorkling dan diving, semoga saya juga berkesempatan bisa kesini.

Slide 2 :

caption

Slide 3 :

caption

Slide 4 : Pantai Ancol, Jakarta

Sunset di Pantai Ancol, Pemilu 2014.

Slide 5 :

caption

Sabtu, 30 Maret 2019

Review Awam Debat Keempat Calon Presiden Indonesia

Debat ke 4 Calon Presiden Indonesia : Joko widodo vs Prabowo subianto

1. Pemaparan awal

Prabowo - tegas lugas seperti biasanya, dan terlihat jelas bahwa materi yang disampaikan sudah sering beliau bicarakan jadi mengalir dengan lancar setiap kata-katanya, waktu pas

Jokowi - ada beberapa waktu seperti mengingat materi yang akan disampaikan, waktu masih tersisa lumayan banyak
( ada hal yang menarik ketika Jokowi menggunakan kata "Dilan" dengan singakatan arti dari "Digital Melayani". sedikit banyak mengingatkan istilah istilah kata yang dia pakai pada saat IMF di Bali, kata-kata kekinian )

2. Ideologi - Pancasila tanpa indoktronisasi dalam masyarakat

Prabowo - lebih menggunakan kata edukasi dari pada doktrinisasi, menurutnya pancasila tetap harus menjadi bagian dari pendidikan / edukasi di sekolah, dan juga dicontohkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat bagaimana cari memilih orang tidak berdasarkan RAS, dan juga cara berpolitik sesuai pancasila

Jokowi -pendidikan pancasila harus dimulai dari TK, selain itu juga harus kekinian

Prabowo meminta tanggapan mengenai tuduhan tidak pancasilais dan mendukung khilafah
Jokowi menanggapi yakin Prabowo pancasilais dan nasionalis, dan berharap tidak saling meremehkan,

3. Mengenai Tema Keamanan

Dalam hal ini Prabowo lebih diunggulkan karena latar belakang beliau di militer Indonesia, Prabowo lebih cenderung realistis juga berdasarkan pengalamannya, Jokowi berbicara apa yang sudah dilakukannya, dan ada tidak ada penyangkalan terhadap pernyataan Prabowo mengenai titik strategis yang dikelola oleh swasta dan asing. Jokowi sendiri tidak merisaukan perihal pengelolaan tersebut baginya untuk pangkalan armada dan titik stategis laut yang lebih dipilih untuk dikelola sendiri oleh pemerintah.

Secara penyampaian Prabowo lebih detail karena berdasarkan pengalaman yang sudah dilewati, dan karena ini isu sensitif mengenai TNI maka beliau lebih berapi-api dan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.

Jokowi lebih santai meski sempat mengelap keringat beberapa kali, tetapi untuk pemaparan masalah dan materi lebih umum.

Ada hal yang menarik kita Jokowi mengomentari pendapat Prabowo mengenai titik strategis, Jokowi mengulang kembali saham Freeport yang sudah dibeli 51% yang kemudian dipatahkan oleh Prabowo melalui Stock Exchange di NY mengenai kepemilikan dari perusahaan Amerika itu sebesar 81%, dan mempertanyakan saham 51% itu bagaimana.

4. Pernyataan Penutup

Jokowi - menekankan bahwa dia tetap menjaga hubungan sahabat dengan Prabowo
Prabowo - juga meyakinkan bahwa mereka memang bersahabat meski berbeda dalam pandangan kenegaraan.

Hal yang menarik adalah closing statement Jokowi kali ini lebih adem, tidak melemparakan sebuah kalimat mengambang yang biasanya menjad kontroversi.





 dibuat bersamaan dengan menonton debat tsb.
-raz



Senin, 31 Oktober 2016

What is your hobby?

Terkadang gw binggung sama hobi gw sebenernya, kenapa? karena gw selalu mencoba banyak hal, rasa penasaran buat mencoba, tapi semua ujung ujungnya sama, gak ada yang ditekunin atau everlasting buat dijalanin (sama kayak hubungan gue*apasih )
Gw berpikir mungkin karena gw lebih cocok jadi generalis daripada spesialis ya, tapi paling gak semestinya cowok emank harus punya hobi yang identik sama dia. Pernah liat iklan rokok yang belakangnya ada “mild” itu kan?
Cowok dengan hobi/mainan motor gede, motor sport, musik atau nge-band, mereka laki banget deh
Dan juga ada yang membuat hobi mereka menghasilkan uang, kenapa? karena mereka ahli, bagus, dan spesialis di hobinya itu.
Sedangkan gw? sepertinya yang gw bilang tadi, gw generalis, lebih suka mencoba banyak hal karena gw penasaran, bongkar motor, mesin, modif motor, belajar main musik, dan gw merasa biasa aja dan sekedar bisa. mencoba jadi penulis, photographer, designer, traveller, banyak banget keterbatasannya dan masih jauh dari dibilang hobi yang sampe getol banget, karena ini cuma iseng dan moody aja.
Bahkan ada banyak lagi hal kecil lain kayak, nge-gym, olahraga dari badminton, basket, futsal, renang, sepeda, dll sampe olahraga extrem kayak diving, bungge jumping, dll, terus ada juga yang koleksi ini itu kayak barang antik, mainan, anime figure, dll. Semua ini bikin gw sampe binggung misahin yang mana sih yang disebut hobi dan kenapa?
Hobi itu sebenarnya simple, sesuatu yang kita suka!
Nah kalau gw suka banyak hal, apa hobi gw juga harus banyak?
Kalau gitu coba gw tambah, hal yang kita suka dan kita mau berkorban tanpa sungkan. Berkorban apa? misalnya uang buat beli hal hal tentang hobi kita, waktu buat ngejalaninnya di sela sela kesibukan,
Jadi, sementara hobi itu adalah sesuatu yang kita suka dan kita siap buat berkorban uang dan waktu buat hobi kita, itu baru disebut hobi. sisanya? anggap aja kita jadi follower di tengah tren yang terjadi
Dan untuk saat ini gw merasa nyaman dan terus tertantang di bidang fotografi, yang membuat gw mau terus belajar, meskipun *tetep* masih moody (kadang kadang aja) :D
Kesimpulan dari gw sih, hobi itu bisa menghasilkan kalau kita terus menerus berlatih akan sesuatu, dan sesuatu itu adalah hal yang kita suka, kenapa? karena proses gak pernah mengkhianati hasil.
Semoga kalian juga bisa menentukan hobi kalian yang sebenarnya ditengah kebinggungan tren dan aktifitas yang kita kerjakan setiap hari.

kamu tidak akan pernah merasa puas, sampai kamu bersyukur

kamu tidak akan pernah merasa puas, sampai kamu bersyukur

-- antara dilema tipe pacar dengan pacar yang sudah ada.

Minggu, 09 Oktober 2016

NINE


We are all travellers in the wilderness of this world, and the best we can find in our travels is an honest friend. Having known you for about 9 yrs ( like your friends keep telling us 😅 ) I've just realized, that we are somewhere in between, that I can relate to you. Thank you for the funs & talks. No matter where life takes us, let the stories be shared, as true friends will never part, and I wish you nothing but the joy of life.

Sabtu, 28 November 2015

Pengingat Hak 2,5 % ( zakat )

Saat bergabung dengan  layanan call centre Dominos Pizza, katanya ada "kutukan" kalau anak baru yang pada minggu pertama mereka aktif biasanya akan kena refund, dan kalau belum kena refund artinya belum "gape" atau belum jago.
Nah saat itu saya nazar supaya kalau saya dalam satu bulan atau dari pertama online / aktif tidak pernah refund sampai saya gajian saya mau traktir cemilan saat jam malam di layanan. Dan akhirnya hari ini sudah sebulan setelah online / aktif dilayanan dan sudah gajian dan saya tidak ada refund sama sekali, maka saya pun memesan pizza Dominos untuk makan di layanan saat jam malam sesuai dengan nazar saya.
Tapi..
Setelah beberapa menit saya melakukan pesanan cemilan untuk kantor ternyata ada customer yang saya handle complain pesanan nya datang tidak sesuai dengan yang di pesan dan kemudian saya harus refund !!! Luar biasanya hanya setelah beberapa menit saya melunasi nazar saya tersebut.


Akhirnya setelah di cek kembali melalui rekaman saya tetap harus refund, sebelumnya untuk produk yang salah dipesan seharusnya saya mengganti sebesar Rp 126.000 tetapi setelah di handle melalui outbound kemudian dia memberikan saya nomor rekening dan nominal yang harus saya bayar Rp 77.600 ! WOW. Diluar dugaan saya angka yang harus saya bayarkan mengecil, lalu kemudian tiba tiba saya teringat dengan kewajiban yang harus saya bayarkan yaitu 2.5% dari penghasilan saya. Ya bulan ini saya mendapatkan pemasukan Rp. 3.100.000 dan ada hak orang lain yang harus di keluarkan ( zakat ) 2.5% yaitu Rp. 77.500 !!! Luar biasa angkanya bisa nyaris sama ! dan saya pun hanya tersenyum tanpa ada rasa kesal sama sekali karena refund. Saya hanya langsung mengingat kalau saya belum menunaikan zakat ini sehingga diberitahukan melalui kejadian ini yang bisa sama persis dengan kewajiban saya.

Sekali lagi kejadian lucu dan berkesan ini menjadi pengingat bagi saya akan kewajiban zakat dan sedekah, sebenarnya saya terbiasa melakukan infaq di masjid setiap saya sholat di masjid / musholla, tetapi untuk saat ini di kantor saya yang sekarang musholla nya tidak ada kotak amal dan saya agak kesulitan untuk melakukan kebiasaan saya yang satu ini, sehingga selama sebulan ini sangat jarang saya infaq di masjid. Mungkin sudah saatnya mencari penyaluran infaq dan zakat yang lain.

Untuk yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya mengenai zakat, saya percaya dan yakin zakat, infaq dan sedekah akan mempermudah dalam setiap urusan kita, memperlancar rezeki dan menghindari bala. Saya harap masih bisa melakukan kebiasaan infaq di masjid, dan juga berharap bisa menjadi salah satu donatur tetap untuk kegiatan zakat / infaq bulanan.

Semoga kita semua bisa diberikan kemudahan, dibukakan pintu-pintu rezeki nya yang banyak sehingga bisa lebih banyak lagi untuk memberi.

Sabtu, 21 November 2015

Apakah Papua Barat Harus Merdeka?

Saat sedang online di Facebook saya sempat melihat ads ( iklan fb ) dan teman yang share berita yang menyatakan  AS siap untuk mendukung Papua Barat untuk merdeka sehubungan dengan di daftarkannya kemerdekaan Papua Barat di PBB. Pangkalan AS yang berada di Darwin - Australia yang paling dekat dengan Indonesia katanya memiliki pangkalan yang strategis dan akan bereaksi terhadap keputusan Internasional (bila) memutuskan Papua Barat medeka.
( AS Siap Mendukung Papua Barat Medeka )

Satu hal yang saya pikirkan tentang hal ini apakah dengan Papua Barat medeka nasib mereka pasti akan lebih baik?

Kita sudah punya contoh yang sangat real dan sudah terjadi pada tetangga kita Timor Timor / Timor Leste, apakah setelah kemerdekaannya nasib mereka menjadi lebih baik?! apakah hidup mereka menjadi lebih damai?

Saya belum pernah kesana dan saya juga tidak tahu jawabannya, tapi satu yang semua orang tahu sampai sekarang di Timor Leste saat ini keadaaan nya tidak jauh berbeda dengan saat mereka merdeka dulu, sudah berapa puluh tahun?
( AntaraNews : Timor Leste Mulai Sesali Perpisahan Dengan NKRI )

Jadi apakah dengan Papua Merdeka mereka pikir hidup mereka akan lebih baik baik, berkembang, maju dan damai? Padahal mereka sedang dipermaikan oleh politik internasional.

Sekali lagi, ini hanya selintas pikir saya saja menanggapi berita dan issue yang saya baca.
Banyak sekali hal yang terjadi di Indonesia, saya sempat ke Papua walau hanya untuk wisata ke Raja Ampat, sempat bercerita dengan masyarakat disana, yang mereka butuhkan sebenarnya sangat sederhana, jalan memadai, hidup layak, kota, masyarakat yang berkembang, yang intinya adalah  : Pembangunan !

Semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan Papua / Irian Jaya semakin maju tanpa harus memisahkan diri dari NKRI.

Jumat, 13 November 2015

Kesabaran akan Berbuah Manis


Percayalah bahwa kesabaran akan berbuah manis, sesuai dengan janji-Nya
Mendapat banyak cobaan, kesulitan dan kemiskinan salah satu tanda kita sedang diuji, pernahkah terpikir bahwa cobaan yang kita hadapi saat ini sebenarnya lebih mudah dibandingankan orang orang yang kurang beruntung diluar sana? pernahkan terpikir kalau cobaan cobaan yang sudah kita lewati ternyata tidak sesulit atau se-menyusahkan cobaan kita saat ini? kenapa? ya karena kita sudah melewatinya.
Jadi bila cobaan yang kita terima saat ini terasa berat, saya percaya ketika kita sudah melewatinya, sudah mendapatkan jalan keluarnya maka cobaan ini ternyata ringan. Apa yang menjadikan nya berat? adalah Sabar. Karena kita sering tidak sabar dan ingin setiap masalah yang kita hadapi cepat selesai.  

Remember everything has answer, and God answers is never too late, its only the matter of time.


Ùˆَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ ÙˆَالصَّلاَØ©ِ ÙˆَØ¥ِÙ†َّÙ‡َا Ù„َÙƒَبِيرَØ©ٌ Ø¥ِلاَّ عَÙ„َÙ‰ الْØ®َاشِعِينَ
الَّذِينَ ÙŠَظُÙ†ُّونَ Ø£َÙ†َّÙ‡ُÙ… Ù…ُّلاَÙ‚ُوا رَبِّÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَØ£َÙ†َّÙ‡ُÙ…ْ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ رَاجِعُونَ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.
(Al-Baqarah [2] : 45-46)


ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ ÙˆَالصَّÙ„َاةِ ۚ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ù…َعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah [2] : 153)