Slide 1 : Raja Ampat, Papua

Kepulauan Wayag, Raja Ampat. Destinasi impian para pecinta snorkling dan diving, semoga saya juga berkesempatan bisa kesini.

Slide 2 :

caption

Slide 3 :

caption

Slide 4 : Pantai Ancol, Jakarta

Sunset di Pantai Ancol, Pemilu 2014.

Slide 5 :

caption

Selasa, 17 Desember 2019

Jakarta Smile

Sedang mencari refrensi dari internet tentang dokter gigi yang bagus dan terjangkau, akhirnya terpilihlah Jakarta Smile.
Telisik lebih dalam, dari harga dan ulasan yang diberikan banyak yang puas dengan harga yang lebih murah daripada di klinik lain.

so, this is my experience 

Setelah dapat nomor WA nya dari website, coba tanya-tanya biaya penambalan gigi depan.
Mereka info kisaran 300-600 ribu.  

Karena dulu saya ditangani oleh dokter spesialis ketika pemasangan pertama di puskesmas, maka saya tanyakan jadwal dokter spesialis di sana kapan saja di lokasi yang terdekat dengan domisili ;

drg. Christine H.,Sp. KG, FISID, FICD

Atrium : Senin (17-20) & Sabtu (15-18)
Matraman : Jumat (17-20) 


 
>>> skip 2 bulan dari chat terakhir

Tambalan pada gigi depan saya mulai retak / bocor, saya akhirnya ke Jakarta smile Atrium pada hari Senin 17 Desember 2019

Ternyata tempatnya gak besar, hanya ada 1 dokter gigi dengan 1 kursi pasien dan ruang tunggu untuk 2-3 orang. Simple dan minimalis. 

Ketika nama saya dipanggil, dokter Christine gercep banget.
Ngomong mulu gak berhenti, nanya dan ngejelasin, terus langsung foto x-ray beberapa kali untuk lihat syaraf dan tambalannya setelah itu langsung mau tindakan aja.. eitss saya bilang tunggu dulu, mau nanya kisaran biayanya berapa nih.

Akhirnya dia menjelaskan kalau 1 gigi biayanya 600 ribu, dan dia info kalau ada 2 gigi karena bersebelahan jadi total 1.2 jutaan lah ya.

--Tindakan mulai dilakukan

Tambalan dibongkar, dibersihkan, dll. Cepet banget !
Proses di sini sendiri menurut saya keren banget.
Dia dibantu oleh 3 asistennya, cuma perlu nyebutin alat dan apa yang dibutuhin, ketiga orang itu mondar mandir nyiapin alat-alat. Dokternya gak beranjak dari tempat selama proses pembongkaran dan pembersihan, mirip suasana di ruang operasi dalam film-film.

Setelah 1 gigi selesai, sambil nunggu kering dia info kalau gigi yang satunya perlu dipasang pin ke dalam untuk pegangan pengganti akar gigi karena peyangga aslinya hanya tinggal 30%. ( pasang pin dan veener )

-- Adegan film dokter beroperasi yang keren itu terjadi lagi

Setelah beberapa saat akhirnya selesai dan dia kasih tau bagaimana bentuk giginya yang sekarang, kalau kurang suka masih bisa diubah dan dibentuk sesuai yang saya mau.

Hal-hal yang membuat saya kagum disini adalah peralatannya yang lengkap dan canggih, seperti foto x-ray yang hanya dengan kamera keciil seperti mainan lucu tapi bisa langsung jadi. ( kalau dulu di paramitha saya harus nunggu agak lama baru hasil bisa diambil ).
Kursi pasien yang mumpuni dengan penyedot air di mulut, dan segala printilan lainnya yang bikin adegan tadi jadi terasa dan terlihat keren. 😀


Dari pertama nama saya dipanggil hingga semua selesai dengan rapih hanya dibutuhkan waktu sekitar 50-60 menit !
Luar biasa. Dulu, saya harus bolak-balik puskesmas-lab dan butuh beberapa kali pertemuan untuk tindakan yang sama seperti ini, dan sekarang gak sampai 1 jam sudah selesai. Well done.

Lanjut pembayaran di kasir, ternyata harganya Rp. 2.825 ribu, koq beda dengan bayangan saya tadi?
Ternyata ini rinciannya :

- Biaya Pendaftaran : 25.000
- Foto X-ray             : 200.000
- T.K                       : 600.000
( Tambal yang gigi depan tetapi hanya bagian kecilnya )
- Pasang PIN          : 1.000.000
- Veener                 : 1.000.000
( Tambahan gigi depan yang bagian besar dan harus pakai pin penyangga )

Pembayarannya bisa pakai kartu debit / kredit, jadi gak pusing kalau gak bawa uang cash yang cukup.


Before :





After :







Jadi bagaimana menurut kalian? 

Datang kesini pertama semua penilaiannya positif :
Waktu yang pengerjaan yang cepat, terampil dan profesional, didukung oleh alat-alat yang canggih dan lengkap dan juga dokter dan karyawan yang ramah

Kamis, 04 Juli 2019

I Love You But I Let You Go

kita berada dalam satu jaringan yang sama, dalam kesukaan, cita dan cinta.
tapi ternyata semakin kita dekat semakin terasa ternyata dunia kita berbeda
ada batas jelas yang tak tersentuh hingga akhirnya kita pun jauh

aku menyukaimu seperti embun dipagi hari,
seperti syukur ketika membuka mata, kau masih yang berdegup di hati
seperti kopi susu hangat di pojok alun alun Semarang,
seperti ketika kita lelah namun tetap bisa menikmati kebersamaan

kau yang seperti bagian diriku yang lain,
terlalu sama tetapi juga sungguh berbeda

mungkin aku kurang keras berusaha, atau berupaya agar kita bisa lebih dari sekedar teman cerita
atau juga karena ego terlalu keras sehingga akhirnya menjaga jarak agar tak lewat batas

bertahun tak berjumpa, dan pertemuan bagai hujan gerimis yang dirindukan rumput kering
yang akhirnya basah dan membahagiakan.

senang kita pernah bersama, berjalan, memandang senja dan terbitnya matahari
tak terkejar kau kugapai, tak tersentuh kau kuraih

Sabtu, 30 Maret 2019

Review Awam Debat Keempat Calon Presiden Indonesia

Debat ke 4 Calon Presiden Indonesia : Joko widodo vs Prabowo subianto

1. Pemaparan awal

Prabowo - tegas lugas seperti biasanya, dan terlihat jelas bahwa materi yang disampaikan sudah sering beliau bicarakan jadi mengalir dengan lancar setiap kata-katanya, waktu pas

Jokowi - ada beberapa waktu seperti mengingat materi yang akan disampaikan, waktu masih tersisa lumayan banyak
( ada hal yang menarik ketika Jokowi menggunakan kata "Dilan" dengan singakatan arti dari "Digital Melayani". sedikit banyak mengingatkan istilah istilah kata yang dia pakai pada saat IMF di Bali, kata-kata kekinian )

2. Ideologi - Pancasila tanpa indoktronisasi dalam masyarakat

Prabowo - lebih menggunakan kata edukasi dari pada doktrinisasi, menurutnya pancasila tetap harus menjadi bagian dari pendidikan / edukasi di sekolah, dan juga dicontohkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat bagaimana cari memilih orang tidak berdasarkan RAS, dan juga cara berpolitik sesuai pancasila

Jokowi -pendidikan pancasila harus dimulai dari TK, selain itu juga harus kekinian

Prabowo meminta tanggapan mengenai tuduhan tidak pancasilais dan mendukung khilafah
Jokowi menanggapi yakin Prabowo pancasilais dan nasionalis, dan berharap tidak saling meremehkan,

3. Mengenai Tema Keamanan

Dalam hal ini Prabowo lebih diunggulkan karena latar belakang beliau di militer Indonesia, Prabowo lebih cenderung realistis juga berdasarkan pengalamannya, Jokowi berbicara apa yang sudah dilakukannya, dan ada tidak ada penyangkalan terhadap pernyataan Prabowo mengenai titik strategis yang dikelola oleh swasta dan asing. Jokowi sendiri tidak merisaukan perihal pengelolaan tersebut baginya untuk pangkalan armada dan titik stategis laut yang lebih dipilih untuk dikelola sendiri oleh pemerintah.

Secara penyampaian Prabowo lebih detail karena berdasarkan pengalaman yang sudah dilewati, dan karena ini isu sensitif mengenai TNI maka beliau lebih berapi-api dan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.

Jokowi lebih santai meski sempat mengelap keringat beberapa kali, tetapi untuk pemaparan masalah dan materi lebih umum.

Ada hal yang menarik kita Jokowi mengomentari pendapat Prabowo mengenai titik strategis, Jokowi mengulang kembali saham Freeport yang sudah dibeli 51% yang kemudian dipatahkan oleh Prabowo melalui Stock Exchange di NY mengenai kepemilikan dari perusahaan Amerika itu sebesar 81%, dan mempertanyakan saham 51% itu bagaimana.

4. Pernyataan Penutup

Jokowi - menekankan bahwa dia tetap menjaga hubungan sahabat dengan Prabowo
Prabowo - juga meyakinkan bahwa mereka memang bersahabat meski berbeda dalam pandangan kenegaraan.

Hal yang menarik adalah closing statement Jokowi kali ini lebih adem, tidak melemparakan sebuah kalimat mengambang yang biasanya menjad kontroversi.





 dibuat bersamaan dengan menonton debat tsb.
-raz